11 November 2008
Leadership Action Triggers
04 November 2008
Beranikanlah Untuk Memperbaharui Diri
Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.
Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.
Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.
Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.
Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?
Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?
Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.
Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.
Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.
Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.
Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.
Karena,
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?
Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.
Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.
Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?
Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.
Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.
Mario Teguh Super Talk
27 October 2008
Made Ngurah Bagiana: Kunci Sukses Saya Cukup Fokus di Satu Bidang

Siapa yang tak kenal Edam Burger? Bila Anda kebetulan berbelanja di Alfamart atau Indomart, kemungkinan besar akan menemui gerai burger ini. Di sebagian besar Alfa atau Indomart, memang selalu ada Edam Burger khususnya di Jabotadebek. Ukuran gerainya kecil, hanya satu meter persegi. Penjualnya pun hanya satu orang, tapi selalu sigap menggoreng roti dan daging lalu menjepitnya, bila ada pelanggan memesan. Edam ada di mana-mana dan menjelma menjadi jaringan burger paling luas di Indonesia.
Tapi, siapa yang mengenal nama Made Ngurah Bagiana? Nama Edam memang lebih terkenal ketimbang Made Ngurah, sang pemilik. Padahal, Edam berasal dari kebalikan namanya. Made jadi Edam. Suatu hari, Made kedatangan seorang wartawan. Dia bertanya, “Dari siapa Anda tahu saya?” Sang wartawan menjawab, “Wah siapa yang tak kenal Bapak?” katanya yakin sambil tersenyum. Made menukas dengan cepat, “Siapa bilang semua orang kenal saya? Tetangga-tetangga di sekitar saya aja belum tentu kenal saya…” Wartawan itu melongo, dia tidak menyangka pujiannya justru jadi bumerang. Made memang suka ceplas-ceplos dalam berbicara dan tak suka dipuji berlebihan. Dia mau yang sederhana-sederhana saja, dalam segala hal. Walaupun prestasinya harus diakui… luar biasa! Edam bisa disebut sebagai ikon burger kelas menengah bawah di Indonesia. Bicara burger lokal memang tidak bisa lepas dari Edam. Iniah salah satu perusahaan burger paling fenomenal di Indonesia. Bayangkan… gerainya kini sudah menyentuh angka 3.000. Yang bisa menyamainya mungkin hanya gerai Indomaret digabung dengan Alfamart!!!
Made Ngurah Bagiana, kelahiran Bali 1956, memulai bisnis burger secara tidak sengaja pada 1990. Dia melihat pedagang keliling burger yang sering lewat rumahnya dan kemudian tertarik untuk mencobanya. Lalu, berubah bukan hanya mencoba mencicipi melainkan mencoba berjualan. Dari mengayuh sendiri, Made mengembangkan burger kelilingnya dari satu perumahan ke perumahan lain di wilayah Jakarta Timur. Perlahan tapi pasti, Made sukses membiakkan gerobak burger kelilingnya menjadi puluhan buah. Dan, dia pun pensiun menjadi pengayuh gerobak, lalu menjelma menjadi juragan burger.
Tentu kerja keras dan keuletan menjadi salah satu kunci keberhasilan Edam. Disamping kesederhanaan Made, yang mempertemukannya dengan maestro wirausaha Bob Sadino, yang memberinya banyak ilmu, motivasi serta pengalaman. Pengusaha ini hanya lulusan STM, tapi bisa membuktikan diri mampu menjadi pengusaha sukses dengan bekal keuletan, kerja keras dan kesederhanaan tadi.
Berikut hasil wawancara reporter Pembelajar.com, Dodi Mawardi, dengan Made Ngurah Bagiana di gerai kafenya di Malaka Raya Klender Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Apakah latar belakang keluarga Anda pedagang sehingga bisa menjadi pengusaha burger?
Oh, bukan. Dulu saya justru seperti preman. Tapi bukan preman kayak zaman sekarang. Dulu premannya saya paling-paling jarang bayar ongkos kalau naik bis, rambut digondrongin. Ya, nakal-nakal gitu aja. Saya pindah ke Jakarta dari Bali sempat juga jadi tukang cuci pakaian, jadi kuli bangunan, dan kondektur PPD. Semua dilakukan untuk mengisi perut, termasuk jadi preman itu.
Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandek. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu-Pulogadung-Cililitan. Selama setahun pahit getir menjadi sopir dan kenek saya nikmati bulat-bulat. Saya sangat menikmati prosesnya. Bagi saya, menjalani hidup itu enaknya sepeti air yang mengalir. Jalani saja tanpa perlu merencanakan menjadi apa kita nanti.
Terus bagaimana ceritanya bisa berbisnis burger?
Sepertinya tak ada usaha yang mudah saat itu. Semuanya dimulai dengan modal apa adanya. Saya teringat, waktu itu keluarga saya kesulitan ekonomi. Untuk makan saja sepertinya sudah pas-pasan. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger di depan rumah saya di sekitar Perumnas Klender. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekat meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Belakangan giliran bank-bank itu yang mengejar saya ha ha ha.
Lalu kenapa namanya Edam?
Awalnya bukan Edam. Dulu saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. Tapi kemudian berubah jadi Edam. Itu nama pemberian dari Bob Sadino. Saya kan lama menggunakan daging Kemchick. Mungkin karena track record yang bagus, cash flow yang baik dan volume yang terus meningkat, membuat Pak Bob tertarik untuk mengenal saya lebih jauh. Bob ingin bertemu dengan saya. Dari pertemuan itu, akhirnya terjalinlah hubungan kemitraan yang makin harmonis. Saya bernama Made, istri saya pun bernama Made. Oleh Pak Bob, diberi nama “Edam” yang artinya, ya, Made kalau dibaca dari kanan ha ha ha…
Bagaima ceritanya Edam bisa tersebar di mana-mana?
Wah, ceritanya panjang Mas. Banyak suka dan duka yang saya alami. Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. Padahal, seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, akhirnya ya dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Tapi pas hujan itu ada cerita yang membuat saya miris juga. Saya hampir mati disambar petir. Saya sudah tertelungkup di tanah dan basah kuyup.
Tahun 2000-an lah yang menjadi titik awal perubahan Edam. Ya sejak kenal dengan Bob Sadino. Lalu bekerja sama dengan Bogasari, Edam makin cepat berkembang. Saya pun mengajak banyak orang untuk bergabung sebagai mitra. Ya, saya nggak tahu sekarang berapa gerai yang sudah ada.
Kok bisa harga Edam lebih murah dibanding burger yang lain?
Burger ini kan makanan dari barat dan diposisikan di kelas atas. Dia tidak memosisikan di menengah dan ke bawah. Setelah saya coba ternyata cost-nya ini murah. Ini strategi pemasaran yang dianggap salah, tapi dibenarkan masyarakat. Bahkan di perkampungan di gang-gang itu Edam bisa hidup. Saya bikin roti cuma 500 perak, daging 700 perak. Beserta bumbu dan sayurnya cuma 2.000 perak. Kita mau cari untung 1.000 perak saja cuma 3.000. Jadi, mengapa dijual 10.000 perak? Jadi, saya memosisikan ini buat masyarakat di bawah.
Anda menggunakan konsep yang mirip waralaba, sebelum konsep ini marak di Indonesia. Belajar darimana?
Wah, awalnya saya ndak tahu istilah itu. Saya hanya jalan saja, lakukan saja. Ndak pakai mikir-mikir yang panjang. Waktu itu untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.
Anda sering menyebut waralaba ini sebagai franchise Pancasila. Apa maksudnya?
Saya hanya berikan keadilan bagi yang punya modal besar, modal kecil, bahkan tidak punya modal. Jadi saya sudah menjalankan sila kelima. Kalau sudah begini, maka sila pertama juga otomatis Tuhan akan bantu saya mengatasi kemelut persoalan yang saya alami. Franchise Pancasila ini tidak ada di mana pun di dunia ini. Kalau yang namanya franchise itu kan aturannya baku. Misalnya Rp10 juta dan ada orang tidak punya uang segitu ya tidak bisa. Kalau di sini ada yang mulai dari paket seharga Rp15 ribu. Kalau tidak punya yang dua juta, maka bisa ambil counter-nya saja. Kompor gas pakai punya sendiri. Nah, di sinilah kekuatan Edam, hingga tiap kabupaten minta.
Wah, ternyata Anda pengikut setia Pak Harto ya he he he. Kok bisa membuat franchise semacam itu?
Saya ini sudah membangun Edam sejak 1990, berarti 17 tahun. Saya bilang melayani orang berak itu tidak boleh sombong. Ya saya tidak franchise-kan. Jadilah saya franchise-kan dengan pemikiran saya itu. Bahwa uang itu bukan segala-galanya. Saya tidak mau meninggalkan masyarakat bawah yang pakai sendal jepit, karena saya dulu juga dari situ juga asalnya. Kalau saya franchise-kan seperti franchise-nya orang luar negeri, orang itu tidak bisa menemui saya dan membeli produk saya kecuali dengan membawa uang sekian juta. Sekarang mereka dengan 1.000 rupiah saja bisa. Silahkan datang ke tempat saya. Tapi yang jujur ya, soalnya banyak juga yang bohong.
Anda menyebut Edam Burger sebagai burger dengan cita rasa Indonesia. Bagaimana ceritanya?
Tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Ini bukan kata saya saja lho, tapi pendapat dari konsumen. Buktinya, Edam Burger disukai mereka. Tidak hanya sampai di situ. Saya juga bekerja sama dengan Bogasari untuk pengadaan roti yang bercita rasa khusus. Lalu kepada Pak Bob, saya memaparkan keinginan agar daging untuk burger saya mempunyai rasa yang berbeda. Pak Bob pun membuatkannya.
Seperti apa sih konkretnya burger cita rasa Indonesia itu?
Ya, sulit Mas menjelaskannya. Mas harus mencobanya. Tapi sebagai contoh saya punya rasa burger di tiap wilayah berbeda. Saya bikin burger di Yogya agak manis, Kalau di Padang agak pedas. Jadi ikuti selera penduduk setempat. Itu inovasi saya.
Oh, Anda juga suka berinovasi?
Inovasi itukan pelayanan. Mungkin sekarang burger bulat, jadi saya bikin lonjong, atau kalau perlu kotak. Sekarang ada burger namanya Blenger. Itu harganya Rp8.000-10.000, orang dewasa sekali makan langsung kenyang. Ok, saya tidak mau kalah, saya bikin burger Blengsek. Itukan lahir karena adanya kompetitor, maka saya bikin burger Blengsek. Jadi orang yang makan akan keblengsek.
Jadi sekarang berapa jumlah gerai Edam?
Wah, saya sendiri ndak tahu persis. Nggak sempat ngitung. Tapi hampir di semua kabupaten ada Edam. Setiap hari selalu ada permintaan. Saya juga ke sana ke mari berkeliling.
Sekalian jadi pembicara seminar juga, ya?
Sebenarnya saya ndak bisa ngomong. Saya kalau ngomong ya apa adanya. Ndak pakai teori-teori. Ini pengalaman saya, ya ini yang saya omongkan. Tapi katanya justru itu yang menarik. Saya diundang perusahaan, para pensiunan, malah sempat beberapa kali seminar di kampus. Saya senang banget, karena lulusan STM bisa mendikte calon dokter. Saya itu suka kalau disuruh jadi pembicara di kampus, karena saya kan dulu tidak kuliah. Jadi sekarang saya tanpa uang bisa masuk kampus, bahkan bisa jadi orang. Lucu jadinya.
Berkali-kali Edam mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Apa maknanya buat Anda?
Jujur saja, saya tak pernah memimpikan bakal punya usaha sebesar ini. Dulu, ketika memulai, saya hanya memodalkan dua gerobak roti burger dengan modal apa adanya. Karena saya ulet, akhirnya usaha saya selama 17 tahun ini membuahkan hasil. Saya merasa ini sebagai karunia Tuhan yang patut saya syukuri.
Ini pertanyaan yang paling ingin diketahui banyak orang. Apa kunci sukses Anda?
Kuncinya tak banyak. Cukup fokus pada satu bidang, yaitu menjual roti burger berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, ulet meluaskan pangsa pasar dan menjaga hubungan dengan para pelanggan. Saya yakin dengan filosofi menabur dan menuai. Siapa yang menabur kebaikan, pasti berbuah kebaikan juga. Saya juga tidak pernah malu dan gengsi mengerjakan apa pun asal halal dan terhormat. Bagi saya, kesuksesan itu seperti pintu yang bisa dilewati siapa saja, asal orang itu punya komitmen terhadap usahanya.
Edam sudah besar dan berbiak kemana-mana. Anda masih punya impian apalagi?
Saya ndak tahu mau apa nanti. Yang saya dapat ini juga tidak saya rencanakan. Edam ini kan bergerak di bidang makanan. Dan makanan itu kan tidak pernah berhenti. Di situ kan banyak potensi. Potensinya itu orang. Kalau saya punya usaha roti, maka potensinya adalah orang yang memakannya. Ke depannya saya akan mengurusi orang makan. Entah apa atau apa itu akan mengalir dan nanti seleksi alam. Harapan saya, di sini kan saya usaha burger. Dan ada roti, sayuran, dan daging. Di sini ada komposisi mineral karbohidrat dan protein. Ini agar orang-orang itu mengonsumsi makanan yang berprotein, mineral, dan karbohidrat. Jangan sampai kayak di Bogor banyak sayur, tapi orang Bogor kurang makan sayur. Ke depan saya ingin paling tidak orang Indonesia makan burger sebulan sekali lah. Tidak usah seminggu sekali.[dm]
* Dodi Mawardi dapat dihubungi di: dmawardi2000@yahoo.com
15 October 2008
NOTORIOUS: Known For Something Bad
Sebuah kerikil, hanya akan membuat sebuah bayangan kerikil.
Anda tidak akan bisa membangun sebuah bayangan se-ukuran gunung, bila Anda tidak membangun sebuah gunung.
Kita, Anda dan saya tidak akan mampu membangun reputasi yang baik, tanpa lebih dahulu membangun sebuah pribadi yang berkualitas.
Bangunlah reputasi sebagai bagian dari keuntungan orang lain, bukan bagian dari biaya mereka.
Kita semua memiliki masalah-masalah kita dalam karir dan kehidupan pribadi kita, dan akan sangat berterima kasih kepada siapa pun yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah-masalah itu.
Maka kita akan sangat diuntungkan bila kita memastikan kehadiran kita - menjadi sebuah kehadiran yang menyelesaikan masalah orang banyak.
Anda disebut , bila Anda famous menjadikan diri Anda bagian dari penyelesaian.
Dan dia, akan menjadi notorious, bila dia menjadikan dirinya bagian, atau bahkan sumber dari masalah.
Mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti berdiri dalam semen basah.
Semakin lama Anda berdiri dalam semen basah, akan semakin sulit Anda membebaskan diri.
Dan mempertahankan kebiasaan buruk, adalah persis seperti berdiri dalam semen basah.
Walau pun Anda sudah berubah bentuk, cetakan semen itu mengumumkan bentuk Anda sebelumnya - sebagai bentuk asli Anda.
Itu sebabnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki nama yang sempat rusak, karena cetakan reputasi buruk bias mengekang lebih kuat daripada semen yang telah mengeras.
Cari lah yang bukan gajah.
Bila Anda kesulitan menemukan bentuk gajah dalam sebuah bongkah besar marmer, temukan lah bentuk-bentuk yang bukan gajah dan kemudian sebuah bentuk gajah akan mulai terlihat dengan lebih jelas.
Dan anjurannya adalah; bila kita menemukan banyak kesulitan dalam mebangun kualitas-kualitas bintang pada diri kita, tunda lah sebentar upaya itu.
Sebagai gantinya, temukan lah keburukan-keburukan yang telah menjadi tuan rumah dalam perilaku kita, dan segera hilangkanlah.
Bila kita berhasil meminimalkan kekurangan-kekurangan, sebetulnya kita telah berhasil memaksimalkan kebaikan-kebaikan kita.
Anda bisa mencapai keberhasilan tanpa mengupayakan keberhasilan.
Banyak orang menjadi gagal dalam upaya mencapai keberhasilan, dan menjadikan diri mereka dikenal buruk; tanpa menyadari bahwa lebih banyak orang yang berhasil dalam upaya menjadikan diri mereka bernilai bagi orang lain.
Mereka mencapai keberhasilan, bukan karena mereka mengupayakan keberhasilan bagi diri mereka sendiri; tetapi karena mengupayakan keberhasilan bagi orang lain.
Jangan lah hanya menjadi terkenal, tetapi pastikanlah Anda dikenal baik dalam suatu hal.
Dan kita akan mudah mengenali kualitas-kualitas yang akan menjadikan kita dikenal baik, dengan memperhatikan apa yang kita utamakan dalam kesendirian kita saat tidak ada orang yang melihat kita.
Karena, karakter pribadi yang sesungguhnya, adalah yang tampil saat kita sendiri - saat kita merasa se-bebas-bebas-nya untuk menjadi apa pun yang kita sukai.
Maka berhati-hati lah dalam kesendirianAnda.
Bukankah sering terjadi, bahwa saat kita bekerja keras- tidak ada yang melihat; tetapi saat kita menguap - ada yang melihat.
Beranikan lah diri Anda.
Anda tidak akan mungkin mendekati keberhasilan, bila Anda tidak juga ramah kepada kegagalan.
Jangan lah menjadikan kemungkinan adanya kegagalan sebagai pembatal keinginan kita untuk mencapai kebesaran yang telah menjadi hak kita - yaitu untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini.
Kesalahan adalah tanda-tanda untuk naik yang akan Anda temui dalam upaya mewujudkan kelas kelas kepemimpinan yang lebih tinggi pada diri Anda, dan sama sekali bukan tanda untuk berhenti.
Bila Anda tidak membuat kesalahan, itu berarti bahwa Anda tidak berupaya cukup keras.
Dan bahkan bila Anda harus dikenal karena kesalahan Anda, maka biar lah - asal mereka tahu bahwa itu adalah kesalahan, dan mereka juga tahu bahwa Anda masih dalam perjalanan untuk menjadi seorang bintang.
Pastikanlah bahwa kebaikan adalah yang menjadi dasar reputasi Anda.
Coba lah mulai hari ini untuk menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari.
Reputasi pribadi yang paling manis adalah reputasi yang dibangun karena suka-cita orang lain dalam pertemuan dengannya.
Dan dengan mencoba menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari, sebetulnya proses membangun sebuah nama baik, adalah sebuah proses yang penuh suka cita.
Berapa orang kah yang bisa Anda gembirakan hari ini?
05 October 2008
Becoming Your Best Friend
Telah Terbit Buku AC Mobil
Alhamdulillah selesai sudah perjuangan menyusun buku AC mobil ini. Sejak Juni 2007 lalu saya mengirimkan outline ke Penerbit. Sebenarnya masih banyak kekurangan, semoga dimaafkan. Saya berharap bermanfaat untuk semua.Tersedia di Toko Buku Kesayangan anda
Penulis: Juni Handoko
Ukuran: 24 cm
Tebal: viii + 116 hlm
Penerbit: KawanPustaka
ISBN: 979-757-320-6
Harga: Rp35.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
HERO. The Adorable Qualities In You
Untuk Apakah Keberanian itu?
Buku AC Ruangan
15 September 2008
November ’08, kami harus kerja


1. Tidak memulai dengan apa yang belum dimiliki, tetapi memulai dari apa yang bisa diperbuat.
2. Peluang kerja sangat besar saat bisa memenuhi keinginan pemberi kerja.
Keterampilan apapun mudah dikuasai saat kita serius dan fokus.
Siap menaggalkan kemalasan dan pantang menyerah.
Semua pekerjaan adalah mulia dan bernilai ibadah.


Peserta sangat antusias, dengan semangat 2 bulan pasca pelatihan harus bisa bekerja apapun yang membuat mereka mandiri. Semoga harapan-harapan mereka terwujud.
Pelatihan bekerja sama dengan Yayasan Tebar Amal dan bertempat di DPC PKS Pamulang. Terimakasih untuk pak Isnu HP dan ikhwah Pamulang atas apresiasinya.
03 September 2008
Silence Is Not Always Golden
Tidak semua diam adalah emas.
Telah lama kita mendengar ungkapan bahwa diam itu emas. Diam dan keheningan itu adalah peng-indah pembicaraan, dan diam pada saat yang tepat justru membuat seseorang berbicara lebih fasih daripada mereka yang melulu berbicara.
Tetapi tidak semua diam dan keheningan adalah emas.
Pada banyak kesempatan, diam itu justru menjadi sebab dari masalah-masalah besar, dan menjadi pemberi ijin bagi keberlanjutan dari keburukan dan kejahatan.
Diam adalah sebuah bentuk persetujuan; sehingga seseorang yang diam dihadapan kesalahan dan kejahatan -telah sebetulnya sama dengan menyetujui terjadinya kesalahan dan tidak menolak dilaksanakannya kejahatan.
Bila kita dinilai dari apa yang kita katakan, mohon Anda sadari bahwa kita juga dinilai dari apa yang kita diamkan.
Maka terhadap apakah Anda diam?
Keheningan bukanlah sebuah pelajaran. Yang Anda dengar dalam keheningan itu lah -yang menjadi pelajaran keemasan.
Keheningan bukan lah hanya tidak adanya suara. Keheningan adalah tempat kembali bagi pribadi-pribadi yang berupaya mengerti, karena dalam relung-relung keheningan yang damai itu lah-tergemakan suara-suara yang tak terdengar oleh telinga.
Tetapi kita tidak dapat hidup sepenuhnya hanya dalam keheningan. Bahkan mereka yang menemukan kedamaian dan pengertian dalam keheningan -akhirnya akan terpaksa meninggalkan dunia senyap itu-karena setelah beberapa saat, pengertian yang terdengar dalam keheningan itu akan tumbuh menjadi bentuk kebisingan yang memekakkan telinga hati.
Setelah Anda mengerti -keheningan akan mengusir Anda keluar, agar Anda sibuk bergaul dalam kehidupan ramah yang saling menguntungkan dengan orang lain, karena sebetulnya untuk itu lah pengertian itu diberikan kepada Anda.
Diam adalah bahasa yang sering disalah-artikan.
Bagi mereka yang tidak memiliki sesuatu yang bernilai untuk dikatakan, diam adalah penyelamat yang baik. Tetapi, di hadapan mereka yang menikmati kemenangan atas kelemahan orang lain-diam adalah tanda kebodohan yang bisa diambil keuntungan darinya.
Maka meskipun diam itu emas, berhati-hatilah dalam memilih kepada siapa Anda diam, tentang hal apa Anda diam, kapan saat Anda diam, dan cara yang Anda gunakan untuk diam.
Bila penguasaan bahasa Anda dinilai dari kefasihan Anda dalam menggunakan kata-kata dan tata olah bicara, mohon Anda ingat bahwa Anda juga dinilai dari kefasihan Anda dalam menggunakan tidak adanya kata. Dengannya, hanya diam saja -tidak cukup untuk mencapai kualitas keemasan pribadi kita.
Fasih berbicara adalah juga fasih untuk tidak berbicara.
Keheningan sering memperbesar penderitaan karena kecenderungannya untuk mengulangi kejadian.
Perhatikanlah, orang sering merasa tersinggung-tidak pada saat dia mendengar perkataan yang merendahkan; tetapi lama setelah keheningan mengulangi kata-kata itu berkali-kali dalam kesendiriannya.Perhatikanlah juga,bagaimana dia menjadi semakin bersedih, setelah dia memutar ulang cerita ketidak-beruntungan hidupnya.
Maka, apakah kira-kira nama dari tempat sampai-bagi dia yang menemukan kesenangan dalam mengulangi cerita kesulitan dan kegagalannya?
Lalu, perhatikanlah bagaimana seorang yang lain -menjadi congkak karena senang memutar ulang saat-saat pendek di mana dia menang dan dipuji-puji oleh orang lain.
Itu adalah alasan mengapa kita sering menemukan orang-orang kecil dengan kesombongan besar.
Padahal, seseorang yang telah mencapai kebesaran -justru merasa paling takut untuk berada lagi dalam kegembi raan yang menyertai keberhasilannya dulu; karena, kegembiraan dari hasil pengu langan seperti itu -mudah tumbuh menjadi kebanggaan, dan yang kemudian beralih wajah menjadi kesombongan.
Karena dia mengerti bahwa tidak ada keberhasilan kecuali yang Diijinkan -sebagai gantinya dia memilih untuk mengulangi rasa bersyukur yang menghampirinya bersamaan dengan kedatangan keberhasilan.
Dengan demikian, kehati-hatian dalam mengijinkan apa yang boleh diulangi dalam keheningan -adalah kunci menuju kekuatan hati.
Bagi hati yang mencari keheningan adalah tempat untuk menemukan.
Bagi yang sudah menemukan nilai dari pengertian itu hanya sebanding dengan keikhlasannya untuk menerima.
Dan bagi yang sudah menerima nilai dari penerimaannya bergantung pada nilai yang bisa dibangunnya untuk orang lain -dari pengertian itu.
Maka diam -dan keheningan, hanya bernilai bagi yang merindukan nilai.
Fighting TheWrong Fight
Janganlah memilih pekerjaan yang salah.
Dalam kehidupan, pertanyaan yang sebenarnya bukan apa yang Anda menangkan, tetapi apa yang Anda lakukan; karena yang Anda lakukan menentukan apa yang bisa Anda menangkan.
Jadi janganlah berlama-lama dalam kesadaran bahwa yang sedang Anda lakukan ini sebetulnya salah. Janganlah Anda biarkan diri Anda menua dalam pekerjaan yang menuntut penggunaan dari kelemahan-kelemahan Anda. Berjayalah dalam pekerjaan yang merayakan penggunaan dari kekuatan-kekuatan Anda.
Anda dikenal melalui pertarungan yang Anda pilih.
Apa pun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan - pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda. Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan.
Bila hal-hal kecil yang tidak penting, cukup untuk membuat Anda bertarung dengan orang lain, maka kecil dan tidak pentinglah Anda. Bila yang Anda perjuangkan adalah hal-hal yang baik dan bernilai, maka baik dan bernilailah Anda.
Kelas Anda ditentukan oleh keberanian Anda.
Keinginan Anda tidak penting, bila untuk pencapaiannya Anda tidak bersedia untuk bertarung.
Banyak orang sangat berani dalam mengkhayalkan keberhasilan dirinya, tetapi menjadi kerdil saat betul-betul harus memenuhi syarat bagi keberhasilannya dalam pekerjaan yang nyata.
Mereka yang pemberani, tidak selalu mengawali perjuangan mereka dengan impian, tetapi selalu memasuki pekerjaan dengan kesungguhan, dan menghadapi kesulitan dengan keberanian. Itu sebabnya, keinginan yang sesungguhnya hanya pantas berlabuh di hati seorang pemberani.
Janganlah menjadi petarungyang setengah-setengah.
Janganlah menjadikan hidup ini setengah matang.
Segeralah selesaikan hal-hal yang akan membentuk keutuhan dari rencana-rencana Anda.
Janganlah impian Anda mengenai keberhasilan di masa depan, menjadikan Anda penunda yang menafikan keberhasilan yang bisa Anda capai hari ini.
Bersikaplah seperti para petarung sejati.
Janganlah memukul, karena itu akan menyakiti orang lain. Janganlah juga, memukul dengan lunak, karena balasan yang Anda terima bisa keras. Tetapi, bila Anda harus memukul, pukullah dengan keras.
Periksalah kembali prinsip-prinsip Anda.
Memang dibutuhkan sebuah keberanian, untuk tewas mempertahankan sebuah prinsip; tetapi dibutuhkan keberanian yang jauh lebih besar lagi untuk tetap hidup dan berjaya dalam sebuah prinsip. Dan itu adalah pilihan yang lebih baik.
Bukan ukuran Anda yang penting untuk memenangkan sebuah pertarungan, tetapi ukuran keberanian dalam diri Anda; yaitu keberanian untuk tampil dan bekerja sesuai dengan prinsip Anda.
Tidak ada hal besar yang bisa dicapai oleh seseorang yang keras kepala -karena prinsipnya; tetapi yang berjalan tanpa arah, meneriakkan keraguan dan keluhan; tetapi menolak nasihat-nasihat baik, hanya karena itu bukan prinsipnya.
Bila yang disebutnya prinsip itu, mengkerdilkannya mungkin itu bukan prinsip, atau dia harus memeriksa kembali sikapnya dalam berprinsip.
Dia yang menyerang harus menang, dan dia yang bertahanharus selamat.
Apakah Anda termasuk yang agresif dalam hidup ini, yang memasuki jam-jam kerja dengan kekuatan hati yang menyerang dengan kekuatan penuh?
Ataukah Anda yang hanya bertahan, yang berupaya selamat dari hari ke hari, tanpa pandangan yang jelas kapan kira-kira kelambatan dan ke-rata-rata-an ini berakhir? Yang manakah Anda? Maka ..., bertindaklah lebih berani.
Bila Anda berseteru dengankehidupan ini, semua orangakan menjagokan kehidupan.
Dari semua hal yang bisa Anda jadikan musuh dan Anda salahkan atas kelambatan laju kehidupan ini, jangan pernah musuhi kehidupan.
Bila pendapat buruk Anda tentang kehidupan ini benar, maka tidak akan ada orang lain yang tampil sebagai pemenang. Tetapi, telah banyak orang yang menang, dan masih akan ada banyak lagi yang menang.
Kehidupan ini harus dimenangkan, didapatkan, dan dialami dengan baik -lalu bagaimana mungkin Anda bisa memenangkan, mendapatkan, dan mengalami kehidupan dengan kecintaan, bila Anda mengeluhkan kehidupan?
Sayangilah kehidupan ini, dan dia akan mengembalikan kebaikan Anda itu dengan kualitas hidup yang lebih besar dari yang Anda berikan.
Betapa pun Anda menyukai permainan, janganlah bermain-main dengan hidup Anda.
Bagi anak-anak, sebuah permainan adalah kehidupan yang sesungguhnya, dan dengan permainan itulah mereka membangun pengertian dan kemampuan untuk menjadi pemenang yang anggun dalam hidup mereka nanti.
Sebagian dari anak-anak itu memang tumbuh menjadi pemenang, tetapi sebagian yang lain tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang masih bermain-main dengan kehidupan mereka.
Hidup ini bersikap ramah kepada kita yang bersungguh-sungguh untuk mencapai kemenangan, dan bersikap keras kepada mereka yang tidak terlibat secara sadar dalam prosesi kehidupan.
Dan yang menyayat hati para pemerhati adalah bila mereka yang dikerasi agar sadar itu, menerima kesulitan hidup sebagai nasib buruk seolah-olah upaya mereka tidak
Marioteguh.blogspot.com
Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya; dan bukan hanya sekedar pahlawan, tetapi pahlawan di antara pahlawan.
Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dia ingin dihargai, dikagumi, dan dijadikan acuan. Dia ingin menjadikan kehadiran dirinya sebagai pengundang bagi kecintaan orang lain untuk berlaku baik.
Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dan siapa pun yang menolak hal ini adalah biasanya pribadi baik yang impian-impiannya tersiksa oleh kenyataan-kenyataan yang tidak ramah.
Bila Anda mengagumi seseorang, perhatikanlah bahwaAnda sebetulnya sedang melihat diri Anda sendiri di masa depan - dalam diri dan cara-cara pribadi itu.
Anda tidak mungkin mengagumi pribadi yang sikap dan cara-caranya bertentangan dengan konsep kebesaran yang Anda patutkan bagi diri Anda sendiri.
Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.
Seorang pahlawan adalah mercu suar bagi harapan-harapan kita. Dia menjadikan diri, jalan, dan berita-nya sebagai pemandu bagi kita dalam pelayaran menuju impian-impian kita. Kita tidak harus menjadikan diri kita sepertinya, tetapi dengan mengacu kepadanya - kita dapat menikmati perjalanan yang lebih berkualitas.
Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita - terutama - dinilai dari kualitasdari perjalanan kita.
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita,maka kapan pun perjalanan itu berakhir - perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.
Seorang pahlawan harus menampilkan sebuah bentuk keprimaan.
Di antara para semut - akan selalu ada semut yang luar biasa, dan di antara para gajah - akan selalu ada gajah yang menyedihkan.
Maka dengarkanlah dengan hati yang hening …, bahwa kepahlawanan dalam hidup ini tidak ditentukan oleh kualitas keberadaan fisik atau besarnya kemampuan membiayai kemewahan; kepahlawanan adalah kualitasluar biasa yang dicapai dari pengembangan apa pun yang biasa dari yang ada pada diri kita.
Bangun lah keprimaan dalam apapun yang Anda lakukan.
Memang tidak ada hukuman yang dijanjikan kepada mereka yang membiarkan diri mereka tumbuh menjadi orang-orangbiasa dengan kemampuan biasa.
Tetapi, apakah sebutan bagi perasaan yang selalu memberitahu kita bahwa kita sebetulnya memiliki kemampuan lebih daripada orang-orang biasa yang sekarang sedang mengendalikan hidupkita?
Mungkin …, lebih baik hidup pendek dan cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang juga belum tentu panjang.
Seorang pahlawan adalah seorang penyemangat.
Siapakah yang akan Anda pilih untuk rekan berbincang sambil minum kopi lambat-lambat?
Apakah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwa dia seorang besar yang hebat? Ataukah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwaAnda bisa menjadi seorang besar yang hebat? Yang mana-kah?
Pastikanlah bahwa Anda memilih dia yang membantu Anda menemukan diri Anda sendiri, mengenali potensi-potensi Anda, dan yang membangun keyakinan Anda mengenai hak Anda untuk berhasil.
Kemudian, dalam persahabatan dengan pribadi seperti itu, mulailah perjalanan kepahlawanan Anda - dengan menjadikan diri Anda sebagai pahlawan dalam kisah kehidupan Anda sendiri.
Mulailah dengan mengejutkan diri Anda sendiri dengan kesungguhan-kesungguhan baru untuk melakukan awalan-awalan dari kebesaran yang ingin Anda capai. Karena sesungguhnya apa pun yang kecil akan mengejutkan Anda dengan kehebatannya - bila Anda melakukannya dengan kesungguhan yang besar.
Seorang pahlawan adalah sebuah bukti keberanian.
Entah apa yang menahan mereka, tetapi tidak sedikit orang yang menahan diri dari melakukan hal-hal yang telah mereka ketahui akan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Padahal, seorang pahlawan adalah setidaknya diri yang membuktikan kasih sayang kepada diri sendiri - melalui tindakan nyata yang mendekatkan diri kepada kehidupanyang diimpikannya.
Dia melakukan yang dikatakannya, danmengatakanyang dilakukannya.
Seorang pahlawan, sebetulnya adalah seorang yang biasa dengan keberanian yang tidak biasa untuk bersikap dan berlaku yang akan menjadikannya di atas yang biasa.
Maka pikirkanlah hal-hal yang besar, dalamsuasana hati yang ramah terhadap kemungkinan-kemungkinan Anda. Lalu, ambillah cara-cara orang besar, dan lakukanlah pekerjaan Anda dengan kesungguhan yang besar. Ingatlah, bahwa tidak ada jalan yang membawa kita menuju kebesaran, bila kita tidak membawa diri kitasendiri.
Jadikanlah diri Anda sebagaimana Andainginkan dia menjadi A HERO.....
MENJADIKAN KECINTAAN ANDA SEBAGAI SUMBER KEKAYAAN
Memang ada orang yang berhasil mengumpulkan harta melalui kecintaan-kecintaan yang merugikan orang lain, tetapi ukuran kepemilikan seperti itu tidak mungkin kita kagumi, karena kualitasnya yang rendah.
Tetapi, mereka yang berhasil mencapai kekayaan-kekayaan yang terhormat selalu mencapainya dengan cara-cara yang menguntungkan orang banyak; itulah yang menjadikan kekayaan mereka bernilai, dan kesungguhan pribadi mereka – kita kagumi.
Maka marilah kita menjernihkan pikiran dan hati – untuk mengenali apakah ada kecintaan di dalam diri ini, dan apakah kecintaan kita adalah kecintaan yang memperkuat, membesarkan, dan meninggikan kita; dan bukan yang melemahkan, mengecilkan, atau merendahkan kita.
Kecintaan adalah kekuatan penghebat yang dikirimkan dari langit untuk menjadi pengisi hati Anda.
Hati Anda adalah penumbuh dari segala kekuatan, dan tempat pemberangkatan dari semua perjalanan ke masa depan yang sejahtera, berbahagia, dan memuliakan.
Pada pribadi yang tidak berhati-hati, hatinya adalah penumbuh dari kekuatan yang mengkerdilkan, dan pembatal bagi semua perjalanan menuju kebaikan - tetapi penyegera bagi perjalanan menuju yang buruk.
Karena tidak ada niat Tuhan kecuali memuliakan Anda, maka Beliau mengirimkan kecintaan ke dalam hati Anda, sebagai kekuatan penghebat bagi Anda dan kehidupan Anda.
Perhatikanlah, bagaimana orang-orang yang tadinya biasa dan perlakukan biasa oleh orang lain – menjadi pribadi-pribadi yang berhasil dengan cemerlang, melalui kecintaan yang mereka wujudkan dalam pelayanan yang menguntungkan orang banyak
Kecintaan adalah kekuatan yang melebih-lebihkan.
Kecintaan memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan, karena bila kecintaan Anda tidak mendorong dan menarik Anda untuk berlaku berlebihan – perasaan Anda itu tidak bisa disebut kecintaan.
Maka pastikanlah bahwa kecintaan Anda adalah kecintaan kepada yang baik, untuk melakukan yang baik, dan untuk tujuan yang baik. Karena kecintaan kepada dan dengan kualitas selain yang baik – akan membuat Anda melakukan semua hal yang bertentangan dengan kepentingan Anda untuk berhasil.
Kendalikanlah kecintaan Anda. Berhati-hatilah, karena kecintaan Anda membuat Anda melebihkan apa pun; yang bila tidak Anda kendalikan dengan bijak, ia akan menguasai Anda.
Kecintaan adalah bayangan surga dengan aroma bebungaan taman langit, yang menjadi pelangi penghantar ke surga bagi dia yang setia kepada kecintaannya.
Kecintaan adalah perajut impian yang sebetulnya. Kecintaan Anda akan menciptakan bayangan-bayangan di kesadaran dan tidur Anda mengenai bentuk-bentuk indahnya di masa depan.
Bila Anda setia kepada kecintaan Anda – ia akan menunjukkan jalan-jalan untuk sampai ke keindahan masa depan Anda, ia akan juga menjadi jalan Anda, dan ia akan memastikan bahwa perjalanan Anda indah.
Kekuatan hati Anda adalah tenaga bagi kecintaan Anda.
Kecintaan yang tergeletak di hati yang lemah, akan lenyap menguap hanya dengan mendekatnya bayangan masalah, seperti kabut pagi yang lari menghindari senyum matahari.
Tetapi, kecintaan yang terpelihara di hati yang kuat, akan justru menyala terang melawan masalah, seperti api unggun yang tersiram minyak.
Maka bila hati Anda telah terisi dengan sebuah kecintaan, pastikanlah bahwa hati Anda menyediakan seluruh kekuatannya untuk menjadikan kecintaan Anda sebuah tenaga yang memperkuat Anda, yang membesarkan Anda, dan yang meninggikan Anda.
Pastikanlah bahwa kecintaan Anda harus memuliakan Anda, karena bila ia bertentangan dengan hak Anda untuk mencapai keberhasilan, maka perasaan itu bukanlah kecintaan - tetapi ketertarikan yang menjebak Anda ke dalam kesulitan dan kelemahan.
The Real Face Of Confidence.
Ribuan orang jatuh miskin setiap tahun karena upayanya untuk menghindari kelihatan miskin. Jangan ijinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat anda merasa yakin, selain kesungguhan anda untuk mencapai titik ledak keberhasilan pribadi.Kalau anda merasa nyaman dan yakin dengan diri anda sendiri, itu karena anda sedang menunggu titik dimana nanti anda akan’meledak’.
Titik ledak itu berada didepan setiap orang yang bekerja keras, yang akan menjadi awal dari ledakan-ledakan keberhasilan selanjutnya, yang disebabkan oleh konstribusi anda bagi kebaikan orang banyak.
Kalau kita melihat sekeliling dengan teliti, akan kita temui disemua sudut jalan, upaya-upaya orang untuk meyakinkan bahwa kita harus merasa kurang yakin dengan apa yang telah kita miliki sekarang.
Mereka seolah-olah memberitahu kita untuk merasa kurang yakin, karena yang kita kenakan atau yang kita miliki belum sesuai dengan standar yang mereka tetapkan.
Bagi Bill Gates, perhiasan mahal tidak akan berguna untuk mengesankan kekayaannya dikalangan orang-orang yang mengenalnya, karena mereka sangat mengetahui kemampuan Bill Gates mencetak uang.
Sebaiknya, bagi orang-orang yang tidak mengenalnya, perhiasan yang mahal pun tidak akan ada gunanya. Karena mereka memang tidak mengenalnya.
Seperti juga, orang yang membawa sebuah buku tebal yang tidak pernah dibacanya, dan menggunakannya sebagai alat untuk mengesankan kepandaian dimuka umum; membutuhkan kulit muka setebal bukunya itu.
Karena kualitas hidup ini bergantung sekali kepada ketepatan pilihan-pilihan kita,marilah kita memilih wajah yang tepat untuk mewakili keyakinan pribadi kita.
1. Target-target Anda Jelas
Dia yang tahu kemana dia sedang menuju, dan tahu tahapan yang telah dan harus dilaluinya; tidak bisa dibuat ragu oleh orang yang mengecilkan nilai dirinya.
Bila anda yang mengatakan bahwa dia akan sulit berhasil, dia tersenyum dalam hati dan mengatakan: “Lihat saja nanti….”
Bila ada orang lain yang membaca tangannya, dan mengatakan bahwa dia tidak mungkin bisa menjadi orang kaya, karena ada celah-celah diantara jari-jarinya yang dirapatkan; dia berkata dalam hati: “Ooh, tidak usah khawatir. Celah-celah jari itu akan hilang, kalau nanti saya lebih gemuk…”
2. Alasan-alasan Anda adalah untuk kebaikan orang banyak.
Memang kita tidak bisa bekerja untuk diri kita sendiri, untuk kesejahteraan diri sendiri; tetapi itu baru aktivitasnya saja.
Bila kita menginginkan aktivitas itu menghasilkan kesejahteraan yang kita cita-citakan, kita tidak bisa lepas dari keharusan untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang.
Sangat sulit dibayangkan bahwa seseorang dapat menjadi kaya dengan jujur, tanpa dia sendiri memperkaya orang lain.
Marilah kita ingat, bahwa orang yang meninggikan orang lain, akan ditinggikan.
3. Anda memiliki sebuah rencana yang matang
Memang tidak ada satu orang-pun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dilakukannya besok, tetapi kelihatannya Dia Yang Menentukan hal itu, memberikan kemudiahan kepada mereka yang merencanakan jenis dan urutan dari upayanya.
Memang agak menyederhanakan kesimpulan; tetapi bukankah orang yang tidak menyusun rencana untuk berhasil, seperti orang yang merencanakan kegagalan.
4. Anda mempunyai kemampuan untuk melakukannya dengan lebih baik
Apapun pilihan karir atau bisnis yang akan kita tekuni, pilihlah seorang terbaik atau sebuah bisnis terkemuka dalam bidang pilihan kita, untuk dijadikan patokan dalam upaya kita membangun kualitas kemampuan pribadi dan perusahaan.
Dengan tetap menjaga pikiran dan hati untuk tidak mendekati kesombongan; upayakanlah untuk menjadi pribadi yang lebih tahu, lebih terampil, dan lebih luwes dalam pendekatan pribadi, dari pada pribadi patokan tadi.
Atau, jadikanlah bisnis yang kita bangun ini; menjadi bisnis yang lebih baik melayani kebutuhan pelanggan, dari pada perusahaan patokan tadi.
Setelah itu, bukankah selanjutnya hanya masalah waktu?
5. Biaya-biaya Anda rendah
Satu-satunya komponen yang pasti dalam bisnis adalah biaya. Sedangkan pendapatan adalah sesuatu yang bergantung kepada banyak hal, dan sering masih belum tentu.
Itu sebabnya kita harus mengelola biaya kita dengan baik. “Baik” disini bukan berarti sesedikit mungkin atau bahkan sama sekali. Baik disini adalah besaran biaya yang memaksimalkan kemampuan pribadi dan bisnis kita untuk mencapai kualitas yang membuat pelanggan membeli, membeli lagi, membeli lebih banyak, dan membeli lebih sering.
Bukan asal murah. Karena orang yang maunya hanya murah, akan menjadikan dirinya dan bisnisnya murahan.
6. Anda memiliki kepribadian yang mudah mendapatkan bantuan
Tidak ada orang besar, yang dulunya bukan orang kecil yang banyak menerima bantuan.
Jadi, pastikan diri kita ini menjadi pribadi-pribadi yang mudah dibantu. Dan pastikan bahwa kita tidak mempersulit mereka yang ingin membantu kita.
Mungkin karena mencurigai niat baik orang baik, atau terlalu bangga dengan kemampuan diri sendiri, atau karena memang malas; tidak sedikit orang yang mempersulit orang lain yang ingin membantunya.
Pastikan, bahwa kita jauh dari perilaku yang merugikan diri sendiri seperti itu.
7. Hasil kerja Anda membawa Anda menuju titik ledak
Orang yang berjalan membawa dinamit di depan badannya, dengan sumbu menghadap ke depan; suatu ketika akan bertemu dengan sesuatu yang akan membuatnya meledak.
Api….
Apapun yang sekarang sedang anda lakukan adalah sebuah dinamit, yang bila bertemu dengan api itu, akan meledak, akan membuat anda berjaya.
Yang perlu anda pastikan adalah bahwa anda memilih satu jenis kemampuan yang penting bagi orang lain; dan itu adalah bahan peledaknya.
Pastikanlah bahwa anda bekerja keras membangun kualitas kemampuan pribadi setinggi mungkin, yang akan menjadikan ukuran dinamit anda besar. Karena bila anda meledak nanti, bukankah sebuah bonus yang baik, bila yang meledak adalah dinamit yang berukuran besar?
Lalu pastikanlah bahwa anda bergaul luas, sehingga anda dikenal luas,dengan reputasi yang baik; dan itulah sumbu dinamitnya.
Lalu tabahkanlah diri anda dalam menghadapi masalah dan kesulitan, karena itu adalah perjalanannya.
Lalu, pastikanlah bahwa anda bersikap baik dalam perjalanan itu, dan itu adalah hal yang menjaga agar sumbu dinamit itu tetap menghadap kedepan.
Itulah alasan mengapa anda harus mempunyai tujuan perjalanan yang jelas, mempunyai alasan yang kuat mengenai mengapa perjalanan itu penting dan mengapa harus diselesaikan dengan baik, alasan mengapa anda harus menjaga semangat untuk bekerja keras, dan membangun hubungan baik dengan sebanyak mungkin orang, dan kemudian hadir dan berinteraksi dengan orang lain dengan pendekatan pribadi yang layak bagi seorang yang cemerlang dan santun seperti Anda.
Dengan itu semua, semoga keyakinan yang baik akan datang memenuhi hati ini, dan mewarnai wajah kita dengan kebaikan yang memudahkan.
Itulah wajah asli sebuah keyakinan diri.Mario Teguh, Personal Excellence Series.
30 August 2008
ventaris Ketrampilan dan Keahlian Demi Masa Depan
Di depan laptop HP saya, biasanya saya hanya kelihatan sedang membalas e-mail atau mengetik saja. Di ruang keluarga, kelihatan saya hanya membaca buku-buku ringan dan kadang-kadang cukup lucu. Di dapur, kelihatannya saya hanya memasak saja. Di muka televisi, kelihatannya saya manggut-manggut saja ketika Oprah maupun Anderson Cooper membawakan pandangan mereka. Di akhir pekan, kelihatannya saya hanya menginap di salah satu hotel berbintang untuk “duduk mendengarkan orang lain berbicara.” Di lain kesempatan, saya hanya kelihatan seperti ngobrol dengan rekan-rekan yang mendengarkan dengan seksama. Lantas, apa sih pekerjaan saya?
Apakah kegiatan di atas adalah kegiatan ketika saya bekerja atau menikmati hidup? Jawaban saya: dua-duanya benar. Pada saat saya melakukan kegiatan di atas, biasanya kerangka berpikir saya saling berhubungan satu sama lain, membentuk suatu skema maupun hubungan-hubungan subconscious yang suatu saat bisa kapan saja diraih untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan tertentu.
Bagi saya, setiap detik adalah saat saya bekerja dan bermain. Ketika bermain, saya dengan sadar memasukkan informasi-informasi baru dan menghubung-hubungkannya dengan existing knowledge. Ini juga yang mencetuskan keputusan saya untuk memulai bidang baru di bidang screenwriting. Visual and aural information yang telah bermukim di dalam benak ini tinggal dibuatkan plot-plot kerangka saja sudah bisa menghasilkan satu kisah yang bisa dibuatkan dokumentasinya.
Idealnya, setiap orang membuat inventaris ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya. Di era cyber dan robotik ini, setiap ketrampilan dan keahlian sangat menentukan masa depan seseorang. Sayangnya, kebanyakan orang sangat mengandalkan apa yang mereka dapatkan dari bangku sekolah sebagai satu-satunya yang “pantas” untuk membukakan pintu masa depan mereka.
Juga, sesungguhnya lebih make sense untuk mengambil jurusan dalam bidang yang sangat diminati dari lubuk hati terdalam, bukan karena “trend” di masyarakat maupun karena kedengarannya lulusan ini dan itu bisa menghasilkan lebih banyak uang. Gelar hukum saya dari Universitas Indonesia, misalnya, kebanyakan bersifat supplemental dalam membantu membangun empire business saya di bidang informasi, pendidikan dan baru-baru ini di bidang fesyen dan kosmetika. Namun, tidak pernah satu hari pun saya sesalkan, karena sangat membantu dalam menangani masalah-masalah legal yang saya hadapi sebagai entrepreneur.
Sebagai seorang penulis, penerbit dan edukator by profession, lantas mengapa saya branch out ke bidang fesyen dan kosmetika (juga penulisan film)? Alasannya mudah saja, karena ternyata ketrampilan dan keahlian saya tidak terbatas di bidang-bidang di atas. Hal-hal yang merupakan “hobi” di masa lampau, kalau dikembangkan secara profesional pun akan menghasilkan karya yang tidak tanggung-tanggung.
Ketika saya bekerja, saya bermain. Ketika saya bermain, saya bekerja. Kedua hal ini <>overlapping satu sama lain, yang kalau digali dengan sungguh-sungguh pasti menghasilkan buah melimpah.
Memang kerja keras sendiri sudah merupakan “sukses” bagi banyak orang, seperti salah satu pembaca artikel saya yang mengirimkan e-mailnya. Memang benar setiap kerja keras adalah benih sukses tidak terhingga. Namun alangkah indahnya jika setiap kali kita bermain, benih sukses juga tertanam?
Intinya hanya satu: be aware of what the world brings to you, so you can bring some of what you have inside to the world outside.
Jennie S. Bev
26 August 2008
Satu
jemari hati erat bersama
kurobek-robek dinding penghalang
pergilah jangan menghalangi
biarkan kami

tercabik, terobek, tak peduli
ingin kudekap, satu
jangan terlepas
genggam hingga diujung sana
Harapankami
Dengan kesungguhan.
Dengan keyakinan.
Kokok ayam masih jarang dikejauhan.
Duduk bersimpuh, bersarung diatas hamparan sajadah berwarna kemerahan.
Pudar.
Ia masih belum beranjak, sudah lama….
Mulutnya berkomat-kamit kemudian diam.
Diusap muka dengan kedua tangan.
Dibelakang, disamping bale berjajar.
Tampak diatasnya tergolek dua anak kecil.
Mereka masih terlelap. Tenang.
Ia berdiri.
Kepalanya berputar seirama jarum jam.
Perlahan.
Ditatapnya satu persatu mereka.
Seakan sanggup memberikan kekuatan untuk berharap hari ini….
Ia sudah bersiap.
Berangkat dengan keyakinan diri, istri dan anak-anakanya.
Seperti burung keluar dari sarang.
Untuk mengarungi hari ini……………..
Matahari baru saja terbit memenuhi janjinya.
Peluh berjatuhan dari dagu, berkejaran melewati wajah lelah.
Didekapnya map biru serta isinya dengan kuat.
Seperti ia mendekap harapan.
Mendekap kenyataan.
Sepeda berdiri dengan standar yang setia bersama.
Setia menunggu.
Gerbang pabrik masih rapat.
Hanya celah sebatas tatapan mata untuk berkomunikasi memberikan gambaran.
Masih hening, lengang.
Ia menunggu dengan sabar.
Lama…
Orang-orang mulai berdatangan.
Masih beberapa lama lagi.
Semakin lama semakin banyak.
Hingga ia tidak merasa sendiri lagi.
Pondok Aren, 25 Agustus 2008
Bisnis Cari Rugi, Kalau Untung Bahagia Banget
PEBISNIS yang biasa baca buku marketing, manajemen, dan makan sekolahan, dibikin bingung Bob Sadino, pengusaha yang terkenal dengan Kem Chicks-nya ini. ’’Hidup saya tanpa rencana dan tanpa target. Buku-buku di sekolah sudah meracuni pikiran Anda. Padahal, informasi itu sudah basi dan jadi sampah. Sekolah menghasilkan orang untuk bekerja, tapi bukan memberi peluang kerja bagi orang lain,” katanya. Nah, bingung kan?
Lelaki yang sudah berbisnis selama 36 tahun dan biasa disapa Om Bob ini bercerita, ia berani keluar dari kemapanan bekerja di Jakarta Lyod, jadi pengangguran, jadi kuli bangunan dan supir taksi. Ia lalu berkirim surat ke teman-temannya di Belanda, agar dikirimi ayam petelur. Saat itu, orang tidak biasa mengkonsumsi telur. Jadilah ia peternak ayam broiler dan menjual telur ayam. ’’Sayalah orang pertama yang mengenalkan telur kepada bangsa ini,” katanya.
Namun, jalan hidup Bob tidak semudah membalik telapak tangan. Ia menjual telur ke tetangga. Telurnya tidak laku karena warga Kemang tak biasa makan telur yang besar-besar itu, tapi telur ayam kampung. Beruntung, beberapa bule menyukainya. Permintaan pun bertambah. Tidak hanya telur, merica, garam dan belakangan berkembang ke bisnis daging olahan seperti sosis.
Bob Sadino yang pertama kali mengenalkan menanam sayuran tanpa tanah alias hidroponik. Padahal, saat itu tidak pasarnya. Tapi, kegigihan seorang Bob Sadino, ia menciptakan pasarnya. Beberapa tahun kemudian, ia malah mengekspor terung ke Jepang. Bob mengaku, ia tidak pernah berencana mau jadi apa. ’’Rencananya hanya buat orang pinter, saya bersyukur saya goblok. Kalau saya pintar, saya akan seperti Anda,” katanya, disambut tawa peserta seminar di Hotel Godway, Rabu (16/5) malam.
Kalau pengusaha atau orang dagang cari untung, Bob Sadino mengaku mencari rugi. Lantaran goblok, ia tidak tidak hitung-hitungan dan membebani dirinya macam-macam. ’’Biasanya orang dagang cari untung dan rugi peluangnya sama saja. Jadi, kalau cari rugi, terus kalau untung waduh, bahagia banget,” ujarnya.
’’Silakan cari kegagalan, cari kendala Anda. Saya mengalami segunung kegagalan, kendala dan keringat dingin dan air mata darah. Tapi, saya belajar dari kegagalan dan mencari jalan keluarnya. Kegagalan adalah anugrah. Lalu, apa di balik kegagalan. Sukses adalah titik kecil di atas segunung kegagalan,” papar Bob yang membuat peserta seminar terpana.
Bob Sadino bahagia dengan apa yang dilakukannya. Ia berani mengambil risiko dan menciptakan pasar. ’’Saya mengambil risiko sebesar-besarnya, sebab orang yang mengambil risiko kecil, hasilnya juga kecil. Kalau orang memperkecil risiko, ia jadi bebas dong. Risiko bisa jadi apa saja. Kewajiban saya mengubah risiko jadi duit,” ujar Bob Sadino, dengan santainya.
Meski awalnya sulit dipahami, peserta seminar yang bingung dan tidak terima dikatai goblok, lama-lama bisa mencerna jalan pikiran nyeleneh Bob Sadino. Sebagai pengusaha sukses, ia sudah sampai pada tahap financial independent, sehingga ia bebas mau beli apa saja dan mau pergi ke mana saja. ’’Duitnya sih, pas-pasan. Kalau mau beli Jaguar, pas duitnya ada,” katanya, terkekeh.
Karena merasa dirinya goblok, Bob tidak berpikir secara runtun, tapi mengalir begitu saja. Orang goblok juga akan lebih percaya pada orang lain yang lebih pintar dari dirinya. Kalau gagal, orang goblok tidak merasa gagal, tapi sedang belajar jadi lebih pintar. Akhirnya, orang goblok bisa jadi bosnya orang pintar-pintar. Kini, Bob memiliki 1.600 karyawan yang dia sebut anak-anaknya.
Sementara, orang pintar menghitung sesuatu nyelimet dan usahanya nggak jalan-jalan, karena dibebani rencana yang belum tentu berhasil. Orang pintar juga tidak percaya orang lain sehingga semua dikerjakannya sendiri. Ia mencontohkan ketika salah seorang karyawannya menurunkan harga kangkung di supermarketnya dari semula harganya Rp6.000 menjadi Rp400 saja. Eh, ternyata malah tidak laku.
Selidik punya selidik, ternyata langganannya protes, kok harga kangkungnya murah, padahal biasanya mahal. ’’Akhirnya, harga kangkung itu saya naikkan lagi. Pelanggan saya bilang, kangkung yang saya jual rasanya lain. Mungkin karena mahal, sehingga setiap sendok kangkung yang masuk ke mulutnya diam-diam dihitungnya, Rp6.000, jadi dia nikmati. Lha, kalau begini, siapa sebenarnya yang goblok?” papar Bob terbahak-bahak.
Namun, bagi pembeli ada nilai psikologis yang membuat pembeli merasa berbeda jika mengkonsumsi kangkung mahal daripada kangkung murah. Ini bagian dari trik marketing. Ia pun berbagi tips, bahwa untuk menjadi seorang marketing yang baik, maka seseorang harus menjual dirinya sendiri (sale for your self), sebelum menjual produknya. Sebuah filosofi, bahwa bagaimana seseorang menjadi marketing yang baik, kalau ia sendiri tidak dikenal orang.
Di balik kekonyolannya, Bob Sadino memberikan beberapa resep menjadi pengusaha. Antara lain, berpikir bebas dan tanpa beban. Memiliki tekad dan keinginan yang kuat menjadi pengusaha, sebab kemauan adalah ibarat bensin dan motor, keberanian mengambil peluang, tahan banting dan bersyukur bisa berbuat untuk orang lain.
Bagi pengusaha Batam, Bob Sadino berpesan, jangan takut dan jangan terlalu berharap. Sebab, makin tinggi harapan, makin tinggi tingkat kekecewaan. ’’Lepaskan belenggu dalam pikiran Anda sendiri. Ada berjuta peluang di sekeliling Anda,” katanya.
Dalam berbisnis, juga jangan terlalu memikirkan sukses. Kalau terlalu banyak memikirkan sukses, kata Om Bob, bekerja pasti dalam tekanan, tidak rileks sehingga hasil kerja tidak akan bagus. ’’Santai saja, hilangkan semua beban, ingat sandaran itu tadi, kemauan, komitmen, keberanian mengambil peluang, pantang menyerah dan selalu belajar pada yang lebih pintar serta selalu bersyukur,” ujar Om Bob, mengingatkan.
Satu hal yang menarik, orang-orang yang ia gunakan dalam membantu usahanya, bukanlah mereka yang berasal dari kalangan berpendidikan tinggi, melainkan dari anak jalanan. Berawal dari satu anak jalanan, bertambah dua, tiga hingga saat ini mencapai 1.500 orang anak. Bob juga mengaku bukan orang yang berpendidikan tinggi. Ia hanya tamatan SMA. Ia tak pernah sekolah tinggi. Baginya, di sekolah orang membaca buku, buku sifatnya informasi yang telah terjadi yang tak ubahnya roti busuk alias sampah. Jadi, orang yang sekolah tinggi-tinggi, isinya hanya sampah. Terkecuali sampah itu diolah menjadi pupuk yang subur.
Bob Sadino juga tidak setuju dengan istilah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang digembar-gemborkan pemerintah. Apa pasal? ’’Mestinya bukan UKM, tapi UBB atau Usaha Bakal Besar sehingga kita tetap optimis dan berusaha membesarkan bisnis kita,” katanya.
Tak terasa, dua jam berlalu bersama Bob Sadino. Namun, pertanyaan menggelitik soal penampilannya yang senang bercelana pendek, terlontar juga dari peserta seminar. Apa jawaban Bob? ’’Tidak penting celana pendeknya, yang penting, apa di balik celana pendek itu,” ujar Om Bob yang disambut gelak tawa.
Di balik sikap nyentrik dan nyeleneh Bob Sadino, ia berhasil membangun bisnisnya selama puluhan tahun. Dan, ia bisa duduk santai dengan beberapa presiden sambil ngobrol ngalor ngidul. Yang jelas, peserta seminar yang umumnya pelaku bisnis merasa mendapat pengalaman dan pencerahan yang luar biasa.Sayangnya, nyaris tidak ada pengusaha kelas kakap yang tertarik bincang bisnis Bob Sadino yang disponsori Telkomsel itu. Mungkin khawatir dicap goblok. Jadi, mau pintar atau goblok ala Bob Sadino? Terserah Anda. (nur)
25 August 2008
PELATIHAN KETERAMPILAN GRATIS UNTUK MASYARAKAT
Arkandia Lifeskills dan Ikatan Teknisi Elektrikal-Mekanikal Sejahtera (ITES) dalam mengisi Ramadhan 2008 menyelenggarakan:
PELATIHAN KETERAMPILAN GRATIS UNTUK MASYARAKAT
(PELATIHAN DASAR AC SPLIT & SUKSES KELUAR DARI PENGANGGURAN)
Fasilitas:
Gratis
Peserta maksimal 5 (Lima) orang
Buku panduan merawat dan memperbaiki AC
Sertifikat
Materi aplikatif dan Praktek 90% untuk pelatihan AC Split
Menjadi anggota Ikatan Teknisi Elektrikal-Mekanikal Sejahtera (ITES)
Bebas konsultasi pasca pelatihan
Instruktur berpengalaman (Penulis buku teknik terampil best seller)
Materi Pelatihan:
Prinsip kerja AC
Praktek Servis (Cleaning), pemipaan & las, Isi & tambah Freon, Bongkar & Pasang, Kelistrikan, Troubleshooting dan lain-lain
Materi prinsip sukses keluar dari pengangguran
Waktu :
5 Kali pertemuan ( Jam 09.00 – 15.00 )
Bulan Ramadhan, setiap selasa dan sabtu ( Tanggal 6, 9, 13, 16, 20 September 2008 )
Syarat Pendaftaran :
Ditutup tanggal 03 September 2008
Peserta tidak sedang bekerja
Fotocopy KTP sebanyak 2 Lbr
Pas Photo 3 X 4 sebanyak 2 Lbr
Hubungi :
Juni Handoko
Jl. H. Biru No. 51 RT.02/ 02 Kel. Pondok Aren, Kec. Pondok Aren, Tangerang 15224
Telp.: (021) 91708622/ (021) 70199073
Hp : 081806029350
e-mail : junihandoko@gmail.com
www.arkandia.com
