28 May 2010

Dunia dan Akhirat

Kaum Muslimin rahimakumullah.Allah SWT membagi kehidupan menjadi dua bagian yakni kehidupan dunia dan akhirat. Apa yg dilakukan manusia di dunia akan berdampak dalam kehidupan akhirat enak dan tidaknya kehidupan seseorang di akhirat sangat bergantung pada bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini. Manakala manusia beriman dan beramal saleh dalam kehidupan di dunia ia pun akan mendapatkan keni’matan dalam kehidupan di akhirat. Karena itu ketika seseorang berorientasi memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat maka ia akan menjalani kehidupan di dunia ini dgn sebaik-baiknya sebagaimana yg ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ketika manusia berorientasi kepada kehidupan akhirat bukan berarti ia tidak boleh meni’mati kehidupan di dunia ini hal ini krn segala hal-hal yg bersifat duniawi sangat disukai oleh manusia karenanya Islam tidak pernah mengharamkan manusia utk meni’mati kehidupan duniawinya selama tidak melanggar ketentuan Allah SWT apalagi sampai melupakan Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur dalam hidup ini. Manusia memang memandang indah segala hal yg bersifat duniawi dan itu wajar-wajar saja selama ia tidak mengabaikan tempat kembalinya. Allah SWT berfirman yg artinya “Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yg diingini yaitu wanita-wanita anak-anak harta yg banyak dari jenis emas perak kuda pilihan binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yg baik .” Hakikat Keindahan Muhammad Ali ash-Shabuny di dalam tafsirnya menyebutkan bahwa para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yg menjadikan syahwat itu sebagai sesuatu yg indah. Pendapat pertama mengatakan bahwa yg menjadikan indah adl setan dgn cara membisikkan kepada manusia dan menjadikannya tampak indah di hadapan mereka lalu mereka condong kepada syahwat itu dan lalai dalam menaati Allah SWT pendapat ini didasari pada firman Allah yg artinya “Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari Allah sehingga mereka tidak mendapat petunjuk.” Pendapat kedua mengatakan bahwa Allah-lah yg menjadikan indah terhadap syahwat sebagai ujian dan cobaan utk menentukan siapa di antara mereka yg baik perbuatannya hal ini didasari pada firman Allah yg artinya “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yg ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yg terbaik perbuatannya.” Dua pendapat yg nampak bertolak belakang itu sebenarnya bukan sesuatu yg bertolak belakang. Allah SWT dan setan sama-sama memiliki “kepentingan” dalam kaitan dgn syahwat manusia terhadap hal-hal yg sifatnya duniawi. Allah SWT ingin menguji manusia agar mereka dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT sedangkan setan justeru ingin menjerumuskan manusia ke jalan yg sesat. Oleh krn itu ketika menafsirkan kalimat “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yg diingini” Sayyid Quthb dalam Fi Dzilalil Qur’an mengatakan “Ungkapan kalimat ini tidak memiliki konotasi utk menganggapnya kotor dan tidak disukai. Tetapi ia hanya semata-mata menunjukkan tabiat dan dorongan-dorongannya menempatkannya pada tempat tanpa melewati batas serta tidak mengalahkan apa yg lbh mulia dan lbh tinggi dalam kehidupan serta mengajaknya utk memandang ke ufuk lain setelah menunjukkan vitalnya apa-apa yg diingini itu dgn tanpa tenggelam dan semata-mata bergelimang di dalamnya. Di sinilah keistimewaan Islam dgn memelihara fitrah manusia dan menerima kenyataannya serta berusaha mendidik merawat dan meninggikannya bukan membekukan dan mematikannya. Kaum Muslimin sidang Jumat yg berbahagia.Sebagian kalangan sufi menganggap bahwa syahwat merupakan sesuatu yg tercela karenanya harus dijauhi sehingga mereka cenderung meninggalkan dunia. Padahal bagi seorang muslim bukan tidak boleh memiliki dan meni’mati kehidupan dunia ini yg penting adl jangan sampai kehidupan dunia membuat manusia menjadi lupa dan lalai krn hal itu hanya akan membawa pada kerugian tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat nanti. Allah SWT berfirman yg artinya “Hai orang-orang yg beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yg berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yg rugi.” Kita memang harus mengakui bahwa syahwat itu bisa positif tapi bisa juga negatif. Kekhawatiran kita kepada hal-hal yg negatif mestinya tidak sampai kita mengharamkannya di sinilah letak pentingnya kesalehan manusia krn bila segala keni’matan duniawi itu ada di tangan orang yg saleh maka keni’matan itu akan memberikan keni’matan yg lbh besar lagi ni’mal maalu ash shalih rajulun shaleh. Akan tetapi apabila suatu keni’matan berada di tangan orang yg fasik hal itu akan sangat membahayakan tidak hanya membahayakan dirinya tapi juga membahayakan orang lain. Kehidupan akhirat memang lbh baik tapi bukan berarti kehidupan dunia ini jelek dan harus dicampakkan karenanya di dalam surat Ali Imran ayat 15 Allah SWT mengemukakan bahwa ada yg lbh baik dari kesenangan-kesenangan duniawi ayat tersebut artinya “Katakanlah ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yg lbh baik dari yg demikian itu?’ Untuk orang-orang yg bertakwa pada sisi Tuhan mereka ada surga yg mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan isteri-isteri yg disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” Disamping itu Allah SWT juga menegaskan tentang tidak haramnya meni’mati hal-hal yg bersifat duniawi sebagaimana dalam firman-Nya yg artinya “Katakanlah ‘Siapakah yg mengharamkan perhiasan dari Allah yg telah dikeluarkan-Nya utk hamba-hamba-Nya dan rezeki yg baik?’ Katakanlah ’semuanya itu disediakan bagi orang-orang yg beriman dalam kehidupan dunia khusus di akhirat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yg mengetahui.” Kaum Muslimin rahimakumullah.Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan bagaimana sikap yg harus kita tunjukkan kepada dunia. Paling tidak ada sikap positif yg harus kita miliki dalam memandang kehidupan dunia. Pertama capai segala keni’matan dunia dgn cara-cara yg baik dan halal bukan dgn menghalalkan segala cara dalam memperolehnya. Bahkan seandainya utk mendapatkan keni’matan itu harus dikejar sampai ke ujung dunia maka hal itu tidak menjadi masalah krn Allah SWT memang memerintahkan kepada manusia utk mencari karunia-Nya di muka bumi yg amat luas hal ini terdapat dalam firman-Nya “Apabila telah ditunaikan salat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Kedua gunakan apa-apa yg sudah kita peroleh dgn cara yg baik dan utk kebaikan bukan malah utk hal-hal yg bisa mendatangkan kerusakan baik kerusakan diri sendiri orang lain maupun kerusakan lingkungan hidup tempat kita menjalani kehidupan ini Allah SWT berfirman yg artinya “Dan carilah apa-apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yg berbuat kerusakan.” Ketiga jangan sampai lupa kepada Allah SWT dalam meni’mati hal-hal yg bersifat duniawi tetapi hendaknya tetap bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT bila itu yg dilakukan maka keni’matan duniawi itu akan terasa sedemikian banyak rasa dan manfaatnya meskipun jumlahnya sedikit. Allah SWT berfirman yg artinya “Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah kepadamu dan jika kamu mengingkari maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Dengan demikian apa pun yg kita raih dan kita ni’mati dalam kehidupan di dunia ini semua adl dalam kerangka membekali diri kita utk kembali kepada Allah SWT dgn amal saleh yg sebanyak-banyak dan ketakwaan yg setinggi-tingginya. Oleh Drs. H. Ahmad Yani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

30 April 2010

Cerdas Memanfaatkan dan Mengelola Listrik Rumah Tangga


Penulis: Juni Handoko
Ukuran: 24 cm
Lebar: viii + 164 hlm
Penerbit: KawanPustaka
ISBN: 979-757-418-0
Harga: Rp25.000,-

Saat ini, listrik sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Hampir semua kegiatan masyarakat membutuhkan energi listrik. Ketika listrik padam, banyak aktivitas yang terganggu, dan banyak kerugian yang harus ditanggung. Energi listrik yang kita gunakan tidaklah gratis. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghemat biaya penggunaan energi listrik, karena salah memilih dan
memanfaatkan komponen instalasi atau peralatan listrik dapat mengakibatkan biaya penggunaan energi listrik membengkak.

Buku ini Nadir untuk memandu kita agar dapat memanfaatkan energi listrik secara optimal dengan mengeluarkan biaya yang lebih hemat. Selain itu, buku ini juga berisi tentang pengenalan dan tip memilih komponen-komponen instalasi listrik, pentingnya melakukan instalasi listrik sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), serta cara mengatasi permasalahan seputar listrik rumah tangga, sehingga bisa melindungi segenap isi rumah dari bahaya kebakaran atau tersengat listrik. Penjelasan tentang perhitungan biaya rekening listrik bulanan serta biaya pembelian komponen-komponen instalasi listrik pun dijelaskan secara gamblang, sehingga sangat bermanfaat untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan, tidak hanya untuk orang yang sudah berlangganan tistrik, tetapi juga untuk orang yang ingin melakukan instalasi listrik di rumah baru.

22 February 2009

Andrias Harefa: Write and Grow Rich


Andrea Hirata nampaknya tak menduga bahwa karyanya akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah penulisan buku (sastra) di Indonesia. Sebab bukan dia yang mengirimkan naskah itu ke penerbit, melainkan temannya sesama karyawan Telkom.

Haidar Bagir, Presiden Direktur Mizan Publishing, yang membuat keputusan agar novel Laskar Pelangi diterbitkan oleh Bentang dari Yogyakarta, juga tak menduga karya Andrea Hirata itu akan mencatat rekor khusus dalam soal penjualannya. “Kami tahu buku itu bagus dan bakal laku, tapi tidak tahu bakal selaku ini,” katanya pada Kompas (12/10/08).

Apapun novel Laskar Pelangi, yang disusul Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dan setelah film Laskar Pelangi yang ditangani Mira Lesmana dan Riri Reza juga meledak di pasaran, di tonton lebih dari 1,5 juta orang sepanjang Oktober 2008 (belakangan jumlahnya menembus angka 4 juta penonton), maka film berikutnya menjadi masuk akal untuk dibuat. Benar-benar luar biasa.

Apa yang saya pelajari dari fenomena tetralogi Laskar Pelangi? Untuk kepentingan tulisan ini, saya ingin menyebutkan dua hal. Pertama, novel ini tidak dirancang untuk menjadi best-seller. Suksesnya tidak merupakan hasil dari perencanaan dalam pengertian tradisional. Tak ada pembicaraan khusus antara penerbit dan penulis untuk mempromosikan novel ini secara besar-besaran. Andrea Hirata juga tidak melakukan apapun yang bisa dianggap spektakuler dan revolusioner, untuk membuat novelnya laku. Namun, kekuatan alam semesta agaknya bekerja sama dan membuat novel ini menginspirasi jutaan orang, termasuk penulisnya sendiri. Andrea Hirata telah membuat karya yang bahkan mengubah dirinya sendiri. Jika perjumpaannya dengan Ibu Muslimah dan Pak Harfan di tahun 70-an silam merupakan transformasi diri tahap satu (level pembelajaran), maka setelah novelnya meledak di pasaran, ia mengalami transformasi tahap dua (level kepemimpinan). Kemungkinan ia akan beralih profesi dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukannya sebelum ini. Jika langkah-langkahnya bijak, saya berkeyakinan ia akan mengalami transformasi tahap tiga (level keguruan).

Pelajaran kedua, Laskar Pelangi memberikan suntikan optimisme yang luar biasa bahwa di negeri ini orang bisa mengandalkan nafkah hidup dari menulis. Dalam ungkapan yang lebih bombastis, orang bisa menjadi kaya dengan menulis. Atau meminjam judul karya klasik Napoleon Hill (1937) Think and Grow Rich, kita bisa mengatakan write and grow rich.

Bagaimana tidak. Laskar Pelangi dijual seharga Rp 69.000,- atau Rp 138.000,- (hard cover berbonus CD). Sang Pemimpi dibanderol Rp 49.000,- dan Edensor dijual Rp 44.500,- per eksemplar. Dan sampai pertengahan Oktober 2008, Haidar Bagir memperkirakan ketiga novel tersebut sudah terjual sekitar 1,2 juta eksemplar. Artinya, kalau dihitung secara konvensional dengan royalti penulis yang 10% dari harga jual toko buku, maka Andrea Hirata sudah menjadi miliarder baru dalam kurun waktu tiga tahun (pertama terbit September 2005). Ini belum memasukkan keuntungan dari filmnya yang juga sukses dan terutama undangan bicara di berbagai tempat yang membuatnya mendapatkan honor-honor lain yang susah dilacak jumlahnya.

Seorang kawan yang melakukan perhitungan secara spekulatif mengatakan, bahwa dalam kurun waktu 5 tahun (2005-2010), uang yang mengalir ke kantong Andrea Hirata dari tetralogi Laskar Pelangi, akan melewati angka Rp 20 miliar. Jumlah yang fantastis, bukan?

Jika Andrea Hirata, penerbit Bentang, dan Haidar Bagir tidak menyangka bahwa novel Laskar Pelangi akan sefenomenal saat ini, maka lain lagi cerita buku Financial Revoution (FR) karya Tung Desem Waringin (TDW). Dalam konteks buku-buku panduan (how-to) atau swa-bantu (self-help), buku FR menarik untuk diperbincangkan, terutama dari aspek proses perencanaan penjualannya yang tidak galib. Kebetulan waktu terbitnya Agustus 2005, sebulan lebih awal dari Laskar Pelangi.

Untuk memastikan bahwa buku ini diterima oleh masyarakat, TDW selaku penulisnya memilih melakukan “revolusi” dengan caranya sendiri. Ia mengundang sejumlah wartawan untuk menyaksikan bagaimana ia berkuda menembus jalan Jenderal Sudirman sambil membawa kaver buku FR ditangannya, lalu mengadakan jumpa pers. Ia juga gencar mengiklankan buku dan seminarnya di harian Kompas untuk mendapatkan pesanan dimuka, sebelum buku itu sendiri terbit. Proses promosi itu sudah gencar dilakukan 2-3 bulan sebelum bukunya terbit.

Hasilnya? Buku tersebut mencatat rekor MURI sebagai buku yang paling banyak terjual pada hari pertama peredarannya di negeri ini: 10.511 eksemplar. Harganya dipatok Rp 85.000,- (softcover) dan Rp 125.000,- (hardcover). Lalu, data terakhir yang saya peroleh dari penerbit menunjukkan bahwa, sampai akhir September 2008 buku FR edisi hardcover terjual 55.072 eksemplar, dari jumlah totalnya 108.551 eksemplar. Pukul rata, selama 38 bulan penjualannya, FR terjual 2.850 eks/bulan (dalam kurun waktu yang hampir sama Laskar Pelangi terjual rata-rata 17.000 eks/bulan).
TDW tentu mendapatkan royalti di atas Rp 1 miliar dari buku FR itu. Namun, pendapatannya yang jauh lebih besar adalah undangan bicara sebagai efek dari publisitas yang gila-gilaan, sesuai dengan karakter dirinya yang “revolusioner”. Dibandingkan royalti yang diterimanya, publisitas buku itu telah mengalirkan puluhan kali lipat ke koceknya dari bisnis bicara.

Write and grow rich. Dua kasus yang saya sebutkan di atas menunjukkan bahwa mulai terbuka peluang untuk menjadi kaya lewat jalur kepenulisan. Tidak soal apakah itu lewat cara Andrea Hirata atau cara Tung Desem Waringin. Yang penting, kalau kompetensi sebagai penulis di asah terus, maka upaya menafkahi hidup dengan menulis telah menjadi pilihan yang masuk akal di negeri ini.
Anda tertarik?

Andrias Harefa
Penulis 30 Buku Best-seller — Pendiri WRITERSCHOOL

09 December 2008

Kisah sukses bisnis offline - Excelso Menantang Kedai Kopi Asing

Kalau anda menemukan kedai kopi Excelso di Shanghai Square, jangan salah, itu memang kedai kopi dari Indonesi yang belakangan mencoba ekspansi ke luar negeri. Tidak mau kalah dari langkah kedai kopi asing yang makin menggila di Tanah Air, Excelso juga terus melebarkan sayapnya. Menurut Pranoto Sunoto, General Manager PT Excelso Multi Rasa (EMR) dari Grup Kapal Api, tak kurang dari 15 gerai baru Excelso telah dibangun dalam dua tahun terakhir.
Pranoto mengakui, pihaknya memang terdorong agresif gara-gara menyaksikan pertumbuhan dan publisitas kedai kopi bermerek akhir-akhir ini. Dulu, pemilik Grup Kapal Api, Soedomo Margonoto, berprinsip lebih baik low profile dan tidak perlu berhubungan dengan media massa. Meskipun kedai Excelso dikembangkan sejak 1990 saat bisnis kafe belum sesemarak sekarang. EMR memilih tidak gembar-gembor dulu. EMR hampir tidak pernah berkampanye sehingga tak banyak yang menolehnya.
Padahal, kedai Excelso adalah pionir kedai kopi Indonesia. Soedomo tertarik membuatnya ketika melihat banyak kedai kopi di luar negeri. Di sebagian negara maju, minum kopi di coffee shop sudah menjadi bagian gaya hidup sehingga bisnis resto kafe menjamur. "Mestinya di Indonesia bisa mengarah ke gaya hidup ngopi ini," pikir Soedomo ketika itu. Dorongan membuat kedai kopi juga dipicu kenyataan Grup Kapal Api menguasai bahan mentah kopi. Grup Kapal Api, dalam catatan AC Nielsen, merupakan pemimpin pasar kopi eceran. Apalagi, kabarnya pemilik Grup Kapal Api dikenal dekat dengan sejumlah pengusaha dan petani kopi di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Toraja, dan Jawa.
Setelah menggodok perencanaannya, setahun berikutnya, 1991, mulailah Grup Kapal Api membuka gerai pertama di Jakarta, dengan mengambil lokasi di lantai dasar plaza Indonesia. Sambutan masyarakat cukup menggembirakan, meski secara keseluruhan tidak terjadi ledakan permintaan. Berikutnya, EMR kembali membuka gerai di Legian, Bali. Setelah itu, dari tahun ke tahun EMR terus memperbanyak gerai. "Kini kami punya 38 gerai, serta beberapa gerai di luar negeri," ujar Pranoto. Tak pelak, kini Excelso merupakan kedai kopi dengan jumlah gerai terbanyak di Indonesia.
Dalam pandangan Rhenald Kasali, pakar pemasaran dari Universitas Indonesia, penetrasi kafe Excelso perlu diacungi jempol. Strateginya tepat ketika mencoba mengangkat citra merek kelas yang lebih tinggi. Kehadiran Excelso, selain mengangkat citra merek Grup Kapal Api, juga berpotensi melahirkan kedai kopi dengan merek yang kuat, "Merek yang mereka gunakan memberikan citra sangat internasional," ujarnya.
Memang betul. Banyak yang mengira Excelso merupakan kedai kopi asing, seperti halnya Starbucks dan Coffee Bean & Tea Leaf. "Bahkan, Memperindag Rini Soewandi juga mengira Excelso dari luar negeri," ujar pranoto mengenang momen pada Pameran Produksi Nasional Juli lalu. Citra internasional sengaja dimunculkan dari kata Excelso yang berkesan kebarat-baratan. Manajemen EMR kabarnya memilih nama merek itu dari kata "so excellent" yang kemudian dibalik pengucapannya menjadi "excellent so", disingkat "Excelso".
Sudah pasti merek itu tidak akan berbunyi kalau tanpa diikuti implementasi elemen-elemen strategi pemasaran lainnya secara tepat. Pada tahap awal, jelas, soal pemilihan lokasi gerai. Bukan rahasia lagi, sukses bisnis ritel seperti kafe ditentukan lokasi, lokasi, dan lokasi. Di sini EMR tak asal pilih. "Kami berusaha bergabung dengan mal atau pengelola property yang sebelumnya telah ramai pengunjung," kata Pranoto.
Dengan pola seperti ini, selain mempermudah penetrasi Excelso juga tak perlu repot-repot berpromosi habis-habisan untuk menyedot pengunjung. Toh, Excelso tidak mewajibkan harus ada di mal atau plaza. Kalau di perkantoran juga memungkinkan, EMR tidak ragu-ragu membuka gerai di sana. Seperti yang sekarang dilakukan, Excelso masuk ke Wisma Dharmala sakti dan Wisma BNI 46 – juga mulai masuk kampus (Pascacarjana Ilmu Manajemen UI Depok dan Universitas Airlangga).
Agar dapat menjaring lapisan yang lebih luas, EMR membuat tiga jenis kedai kopi Excelso dengan target pasar dan positioning berbeda. Pertama, Kafe Excelso. Ini merupakan jenis kedai kopi pertama yang dikembangkan. Targetna kalangan profesional, eksekutif, dan ekspatriat. Umumnya, Kafe Excelso di desain dengan warna warm & natural, menggunakan warna-warna dominan hitam, marun dan cokelat. Hanya, tetap memakai warna lain seperti hijau, kuning, biru dan oranye, sehingga kesan fun sebagai kafe tetap terasa. Jumlah kafe jenis ini paling banyak, 25. Antara lain ada di Plaza Indonesia, Plaza Blok M, Pasaraya Grande, Mega Mal, Mal Malioboro, dan Plaza Tunjungan.
Kedua, Excelso Express. Dikembangkan dengan positioning sebagai take away coffee shop yang mengedepankan kepraktisan inum kopi sehingga biasanya hanya berbebtuk counter atau cart. Menu makanan dan minuman yang ditawarkan terbatas. Demikian pula media penyajiannya, hanya menggunakan piring dan gelas plastik yang selepas pakai bisa langsung dibuang. Berbeda dari Kafe Excelso, Excelso Express lebih disasarkan pada anak muda, mahasiswa, dan peminat kopi yang ingin praktis. Yang jelas, dengan konsep ini EMR tetap bisa membuka gerai meski tempat yang tersedia terbatas. Saat ini Excelso Express terdapat di Kampus Pascasarjana UI, Unair, Menara Bidakara, Java Supermal (Semarang), dan Rumah Sakit budi Mulia (Surabaya).
Ketiga, de'Excelso. Tipe kafe ini bisa dikatakan paling eksklusif dibanding dua lainnya. Konsepnya, kata pRanoto, perpaduan antara kafe dan resto sehingga pilihan menu makanan dan minuman lebih banyak dan bahan baku menu juga lebih baik. De'Excelso di desain lebih artistik, dengan layanan lebih personal. Gelas dan piring didesain khusus, lebih mewah. Bila di Kafe Excelso kursi tamu hanya dari kayu tanpa alas sofa, di de'Excelso semua kuris berlapis sofa yang nyaman. Saat ini kafe jenis ini misalnya terdapat di Mal Kelapa Gading 3, Plaza Tunjungan 4 dan Cilandang Town Square. Dalam waktu dekat juga akan dibuka di Mollis Mal (bandung) dan Pakuwon Supermal (Surabaya).
Tentu saja, EMR melengkapi kedai-kedai Excelso dengan sejumlah keunikan. Jam operasional Excelso tak berbeda dari kafe lain. Untuk gerai di perkantoran, Excelso buka pukul 7 pagi sampai 10 malam, sedangkan di mal pukul 10 pagi hingga 9 malam. Dari sisi harga, semi mendapatkan derajat diferensiasi dari pada kompetitor, tampaknya manajemen EMR sengaja memposisikan kafenya tak setinggi sejumlah kafe asing. Hal ini dilihat dari harga minuman dan makanan, yang lebih terjangkau dibanding kedai kopi asing.
Di segmen minuman, misalnya, EMR bisa menjual dalam kisaran harga Rp.8.500-20.000,- sementara harga makanan Rp.20.000-30.000,-. Menu makanan Garden Green, misalnya, hanya Rp.20.000,-. Sementara Tuna Salad Rp.22.750,-. Chicken Salad Rp.25.000,-. Excelso Sandwich Rp.28.500,- dan Beef & Cheese Sandwich Rp.26.750,-. EMR nampaknya tak terlalu sulit mengimplementasi pilihan segmentasi ini karena punya akses bahan baku – terutama menu minuman – yang lebih baik dibanding resto asing.
Sementara itu, bila diamati, pada jaringan Excelso memang tak ada jenis hiburan tertentu sebagaimana banak dikembangkan sejumlah pengelola kafe. Misalnya, musik hidup. Lalu, gerai juga tak lebih luas, hanya 90-120M2. Suasana yang diciptakan lebih fungsional. "Sengaja tak ada hiburan. Kafe kami pure untuk pertemuan orang, pertemuan bisnis," lanjut Pranoto. Menurutnya, sedari awal pihaknya ingin mengedepankan keunggulan menu kopi ketimbang elemen penarik lain. Menu makanan pun sebagai bahan pendukung saja. "Andalan kami memang kopi," jelas Pranoto yang sebelumnya menjadi praktisi perbankan di Bangkok Bank.
Hanya, meski didesain lebih fungsional, tak berarti Excelso tak mengembangkan sentuhan-sentuhan emosional dan personal. Sentuhan emosional antara lain dikembangkan melalui suasana klasik, seperti di Excelso Plaza Tunjungan 4, atau suasana modern, seperti di Mal Kelapa Gading 3. bisa juga dengan menciptakan suasana fungky dengan gaya lounge, seperti di Cilandak Town Square.
Sentuhan personal juga diberikan saat menangani tamu. Di jaringan Excelso, tamu tak perlu antre di depan counter memesan menu. "Kami tak pakai sistem antre," katanya. Jadi, tamu tinggal memilih tempat duduk, selanjutnya akan didatangi pelayan Excelso yang siap mendaftar dan memenuhi pesanan. Tamu tan perlu beranjak dari tempat duduk. Tak heran, untuk itu karyawan (pramuniaga) per gerai di Excelso cukup tinggi 17-19 orang (dua shift).
"Kami mengandalkan menu yang kami sediakan," Lanjut Pranoto tentang menu favoritnya: Frappio Cookies N'Cream serta Excelso Sampler. Menurutnya, pihaknya selalu mengeluarkan menu baru setiap tiga bulan, baik di segmen minuman atau makanan. Dalam hal ini, EMR mencoba melakukan inovasi-inovasi menu minuman berbasis kopi. Menu Avocado Coffee, misalnya, diklaim EMR sebagai yang pertama ada di bisnis kafe. Menu ini campuran dari alpukat dan biji kopi pilihan. Di Excelso, menu minuman kopi yang disediakan memang cukup lengkap, baik jenis, kpi pilihan yang ada di Indonesia – kolasi toraja, java Arabica, bali paradise, lampung dan premium robusta – maupun kopi luar negeri. Adapun minuman hangatnya, antara lain espresso, kapucino, coffee mocha, irish coffee, chocholacino, dan frappio.
Di segmen makanan, jenis sandwich dan sampler saat ini jadi andalan Excelso. Sembari berpromosi Pranoto menjelaskan di banding resto asing, bahan baku Ecxelso lebih bagus tingkat kesegarannya karena jarak dengan sumber bahan bak ulebih dekat "Dalam waktu 24 jam sudah sampai di shop," katanya. Bila dilihat dari promosinya, Excelso bisa dikatakan tak terlalu agresif. "Kami growing and flowing by people", Pranoto menandaskan. EMR mengandalkan promosi mulut-ke-mulut dari pelanggan yang puas terhadap menu dan layanan Excelso. "Dari sini basis konsumen kami makin bertambah," katanya. Promosi TV? Sama sekali tak ada Jangankan di TV, promosi di radio dan media cetak juga tak ada EMR nampak sekali ingin lebih fokus membidik segmen sehingga lebih mengandalkan in store promotion. Misalnya, dengan membagi brosur di gerai. Rupanya yang ditekankan manajemen EMR justru upayanya meretensi pelanggan agar makin loyal. Ini antara lain dilakukan dengan menciptakan system membership, mengeluarkan Excelso Card. Sejumlah anggota aktif dikirimi kupon minum gratis ketika ulang tahun. Juga, memberikan merchandise seperti gantungan kunci, gantungan ponsel, atau gelas mug. Tak ketinggalan, mengeluarkan kupon yang akan diundi dengan hadiah ponsel dan tabungan. Tahun ini EMR menjalin kerja sama dengan Bank Danamon dan Samsung.
Excelso yakin, citra premium tidak hanya diciptakan dengan melakukan brading media above the line. "Kami lebih yakin membentuk image dengan membuat desain coffee shop yang nyaman dan dari kualitas produk yang disajikan," Pranoto menegaskan. Juga, melalui petugas yang melayani pelanggan. Menurut dia, pihaknya cenderung merekrut lulusan akademi perhotelan. "Mereka andalan kami. Itulah yang selalu kami tanamkan untuk melayani pelanggan sebaik-baiknya karena pelangganlah yang menggaji, bukan perusahaan," katanya.
Saat ini, menurut Pranoto, manajemen EMR cukup puas dengan kinerja kedai kopinya. Meski pada thaun-tahun awal sempat kesulitan mengedukasi pasar. "Kunjungan makin bagus dan konsumen bertambah. Sepertinya ini terkait dengan makin tingginya animo terhadap minuman kopi dan gaya hidup ngopi," katanya. Dari sis barand image, menurut survei internal EMR, di seputar Jawa Tengah dan Jawa Timur, merek Excelso amat dikenal. Hanya di Jakarta, meski sudah bagus, Excelso bersaing ketat dengan pemain asing yang juga kuat. Omzetnya, menurut sumber di EMR, kini Rp. 50 Miliar/tahun.
Prestasi itu cukup bagus, mengingat kini persaingan di bisnis kedai kopi makin menggila. Puluhan kedai kopi asing datang dengan gelombang cepat melalui sistem waralaba, dari Coffee Bean & Tea Leaf, Starbucks, Dome, Kafe Regal, dan sebagainya. Selain bermodal kuat, merek mereka juga lebih dulu dikenal di pasar internasional.
Dalam pengamatan Rhenald, masuknya Grup Kapal Api di bisnis kafe dengan mengusung merek Excelso sebenarnya merupakan bagian dari strateginya untuk lebih dekat dengan konsumennya. "Ngopi kini bukan lagi sekedar untuk menghilangkan kantuk, tapi sebagai bagian gaya hidup, di mana kedai kopi menjadi tempat konco yang amat diminati," ujarnya. Gaya hidup ini sesuai dengan karakter orang Indonesia yang suka berkumpul. Kedai kopi telah menjadi identitas tersendiri bagi kalangan tertentu, baik remaja maupun orang tua. Sebab itu, langkah penetrasi Excelso cukup tepat. Menurut Rhenald, Grup Kapal Api setidaknya telah menyelesaikan tugas pertamanya dengan mencegah dominasi kopi asing di Indonesia. "Setidaknya, menjadi tuan rumah di negaranya sendiri melalui merek Kapal Api".
Yang terpenting, lanjut Rhenald, Excelso harus terus menambah gerai. Alasannya, merek ini mulai dikenal masyarakat. Lebih mudah bagi mereka melakukan penetrasi di kala awareness brand-nya berada di atas. "Tidak boleh kehilangan momentum." Katanya. Apalagi, sebagai pemain lokal, Excelso punya keunggulan yang tak dimiliki kedai asing, yakni lebih memahami karakter dan selera konsumen Indonesia.
(Diambil dari Majalah SWA edisi 42/ 17 Agustus 2004 / hlm. 54-56)

11 November 2008

Leadership Action Triggers

Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu.Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana.Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain.Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.
Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat - pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.
Masalah
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak - bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.Pada detik dia mengetahui masalah itu - karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang - kecuali dirinya.Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali - karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.Bila dia ingat - dia panik. Bila dia lupa - dia santai.Sampai suatu saat dia akan sangat ingat - yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.
Ancaman
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.
Rencana
Anda yang berencana baik dan besar - seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Andaterbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja - itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan - dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas - sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.
Impian
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana - hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh - walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannyayang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.
Tugas
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitaskepemimpinan yang sebenarnya.

04 November 2008

Beranikanlah Untuk Memperbaharui Diri

Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.


Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.

Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.

Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.

Maka pertanyaannya kepada Anda,

Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?

Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?

Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.

Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.

Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.

Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.

Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.

Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.
Karena,
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?

Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.

Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.

Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?

Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.

Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.

Mario Teguh Super Talk


27 October 2008

Made Ngurah Bagiana: Kunci Sukses Saya Cukup Fokus di Satu Bidang

Siapa yang tak kenal Edam Burger? Bila Anda kebetulan berbelanja di Alfamart atau Indomart, kemungkinan besar akan menemui gerai burger ini. Di sebagian besar Alfa atau Indomart, memang selalu ada Edam Burger khususnya di Jabotadebek. Ukuran gerainya kecil, hanya satu meter persegi. Penjualnya pun hanya satu orang, tapi selalu sigap menggoreng roti dan daging lalu menjepitnya, bila ada pelanggan memesan. Edam ada di mana-mana dan menjelma menjadi jaringan burger paling luas di Indonesia.

Tapi, siapa yang mengenal nama Made Ngurah Bagiana? Nama Edam memang lebih terkenal ketimbang Made Ngurah, sang pemilik. Padahal, Edam berasal dari kebalikan namanya. Made jadi Edam. Suatu hari, Made kedatangan seorang wartawan. Dia bertanya, “Dari siapa Anda tahu saya?” Sang wartawan menjawab, “Wah siapa yang tak kenal Bapak?” katanya yakin sambil tersenyum. Made menukas dengan cepat, “Siapa bilang semua orang kenal saya? Tetangga-tetangga di sekitar saya aja belum tentu kenal saya…” Wartawan itu melongo, dia tidak menyangka pujiannya justru jadi bumerang. Made memang suka ceplas-ceplos dalam berbicara dan tak suka dipuji berlebihan. Dia mau yang sederhana-sederhana saja, dalam segala hal. Walaupun prestasinya harus diakui… luar biasa! Edam bisa disebut sebagai ikon burger kelas menengah bawah di Indonesia. Bicara burger lokal memang tidak bisa lepas dari Edam. Iniah salah satu perusahaan burger paling fenomenal di Indonesia. Bayangkan… gerainya kini sudah menyentuh angka 3.000. Yang bisa menyamainya mungkin hanya gerai Indomaret digabung dengan Alfamart!!!

Made Ngurah Bagiana, kelahiran Bali 1956, memulai bisnis burger secara tidak sengaja pada 1990. Dia melihat pedagang keliling burger yang sering lewat rumahnya dan kemudian tertarik untuk mencobanya. Lalu, berubah bukan hanya mencoba mencicipi melainkan mencoba berjualan. Dari mengayuh sendiri, Made mengembangkan burger kelilingnya dari satu perumahan ke perumahan lain di wilayah Jakarta Timur. Perlahan tapi pasti, Made sukses membiakkan gerobak burger kelilingnya menjadi puluhan buah. Dan, dia pun pensiun menjadi pengayuh gerobak, lalu menjelma menjadi juragan burger.

Tentu kerja keras dan keuletan menjadi salah satu kunci keberhasilan Edam. Disamping kesederhanaan Made, yang mempertemukannya dengan maestro wirausaha Bob Sadino, yang memberinya banyak ilmu, motivasi serta pengalaman. Pengusaha ini hanya lulusan STM, tapi bisa membuktikan diri mampu menjadi pengusaha sukses dengan bekal keuletan, kerja keras dan kesederhanaan tadi.

Berikut hasil wawancara reporter Pembelajar.com, Dodi Mawardi, dengan Made Ngurah Bagiana di gerai kafenya di Malaka Raya Klender Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Apakah latar belakang keluarga Anda pedagang sehingga bisa menjadi pengusaha burger?
Oh, bukan. Dulu saya justru seperti preman. Tapi bukan preman kayak zaman sekarang. Dulu premannya saya paling-paling jarang bayar ongkos kalau naik bis, rambut digondrongin. Ya, nakal-nakal gitu aja. Saya pindah ke Jakarta dari Bali sempat juga jadi tukang cuci pakaian, jadi kuli bangunan, dan kondektur PPD. Semua dilakukan untuk mengisi perut, termasuk jadi preman itu.

Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandek. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu-Pulogadung-Cililitan. Selama setahun pahit getir menjadi sopir dan kenek saya nikmati bulat-bulat. Saya sangat menikmati prosesnya. Bagi saya, menjalani hidup itu enaknya sepeti air yang mengalir. Jalani saja tanpa perlu merencanakan menjadi apa kita nanti.

Terus bagaimana ceritanya bisa berbisnis burger?
Sepertinya tak ada usaha yang mudah saat itu. Semuanya dimulai dengan modal apa adanya. Saya teringat, waktu itu keluarga saya kesulitan ekonomi. Untuk makan saja sepertinya sudah pas-pasan. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger di depan rumah saya di sekitar Perumnas Klender. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekat meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Belakangan giliran bank-bank itu yang mengejar saya ha ha ha.

Lalu kenapa namanya Edam?
Awalnya bukan Edam. Dulu saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. Tapi kemudian berubah jadi Edam. Itu nama pemberian dari Bob Sadino. Saya kan lama menggunakan daging Kemchick. Mungkin karena track record yang bagus, cash flow yang baik dan volume yang terus meningkat, membuat Pak Bob tertarik untuk mengenal saya lebih jauh. Bob ingin bertemu dengan saya. Dari pertemuan itu, akhirnya terjalinlah hubungan kemitraan yang makin harmonis. Saya bernama Made, istri saya pun bernama Made. Oleh Pak Bob, diberi nama “Edam” yang artinya, ya, Made kalau dibaca dari kanan ha ha ha…

Bagaima ceritanya Edam bisa tersebar di mana-mana?
Wah, ceritanya panjang Mas. Banyak suka dan duka yang saya alami. Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. Padahal, seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, akhirnya ya dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Tapi pas hujan itu ada cerita yang membuat saya miris juga. Saya hampir mati disambar petir. Saya sudah tertelungkup di tanah dan basah kuyup.

Tahun 2000-an lah yang menjadi titik awal perubahan Edam. Ya sejak kenal dengan Bob Sadino. Lalu bekerja sama dengan Bogasari, Edam makin cepat berkembang. Saya pun mengajak banyak orang untuk bergabung sebagai mitra. Ya, saya nggak tahu sekarang berapa gerai yang sudah ada.

Kok bisa harga Edam lebih murah dibanding burger yang lain?
Burger ini kan makanan dari barat dan diposisikan di kelas atas. Dia tidak memosisikan di menengah dan ke bawah. Setelah saya coba ternyata cost-nya ini murah. Ini strategi pemasaran yang dianggap salah, tapi dibenarkan masyarakat. Bahkan di perkampungan di gang-gang itu Edam bisa hidup. Saya bikin roti cuma 500 perak, daging 700 perak. Beserta bumbu dan sayurnya cuma 2.000 perak. Kita mau cari untung 1.000 perak saja cuma 3.000. Jadi, mengapa dijual 10.000 perak? Jadi, saya memosisikan ini buat masyarakat di bawah.

Anda menggunakan konsep yang mirip waralaba, sebelum konsep ini marak di Indonesia. Belajar darimana?
Wah, awalnya saya ndak tahu istilah itu. Saya hanya jalan saja, lakukan saja. Ndak pakai mikir-mikir yang panjang. Waktu itu untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.

Anda sering menyebut waralaba ini sebagai franchise Pancasila. Apa maksudnya?
Saya hanya berikan keadilan bagi yang punya modal besar, modal kecil, bahkan tidak punya modal. Jadi saya sudah menjalankan sila kelima. Kalau sudah begini, maka sila pertama juga otomatis Tuhan akan bantu saya mengatasi kemelut persoalan yang saya alami. Franchise Pancasila ini tidak ada di mana pun di dunia ini. Kalau yang namanya franchise itu kan aturannya baku. Misalnya Rp10 juta dan ada orang tidak punya uang segitu ya tidak bisa. Kalau di sini ada yang mulai dari paket seharga Rp15 ribu. Kalau tidak punya yang dua juta, maka bisa ambil counter-nya saja. Kompor gas pakai punya sendiri. Nah, di sinilah kekuatan Edam, hingga tiap kabupaten minta.

Wah, ternyata Anda pengikut setia Pak Harto ya he he he. Kok bisa membuat franchise semacam itu?
Saya ini sudah membangun Edam sejak 1990, berarti 17 tahun. Saya bilang melayani orang berak itu tidak boleh sombong. Ya saya tidak franchise-kan. Jadilah saya franchise-kan dengan pemikiran saya itu. Bahwa uang itu bukan segala-galanya. Saya tidak mau meninggalkan masyarakat bawah yang pakai sendal jepit, karena saya dulu juga dari situ juga asalnya. Kalau saya franchise-kan seperti franchise-nya orang luar negeri, orang itu tidak bisa menemui saya dan membeli produk saya kecuali dengan membawa uang sekian juta. Sekarang mereka dengan 1.000 rupiah saja bisa. Silahkan datang ke tempat saya. Tapi yang jujur ya, soalnya banyak juga yang bohong.

Anda menyebut Edam Burger sebagai burger dengan cita rasa Indonesia. Bagaimana ceritanya?
Tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Ini bukan kata saya saja lho, tapi pendapat dari konsumen. Buktinya, Edam Burger disukai mereka. Tidak hanya sampai di situ. Saya juga bekerja sama dengan Bogasari untuk pengadaan roti yang bercita rasa khusus. Lalu kepada Pak Bob, saya memaparkan keinginan agar daging untuk burger saya mempunyai rasa yang berbeda. Pak Bob pun membuatkannya.

Seperti apa sih konkretnya burger cita rasa Indonesia itu?
Ya, sulit Mas menjelaskannya. Mas harus mencobanya. Tapi sebagai contoh saya punya rasa burger di tiap wilayah berbeda. Saya bikin burger di Yogya agak manis, Kalau di Padang agak pedas. Jadi ikuti selera penduduk setempat. Itu inovasi saya.

Oh, Anda juga suka berinovasi?
Inovasi itukan pelayanan. Mungkin sekarang burger bulat, jadi saya bikin lonjong, atau kalau perlu kotak. Sekarang ada burger namanya Blenger. Itu harganya Rp8.000-10.000, orang dewasa sekali makan langsung kenyang. Ok, saya tidak mau kalah, saya bikin burger Blengsek. Itukan lahir karena adanya kompetitor, maka saya bikin burger Blengsek. Jadi orang yang makan akan keblengsek.

Jadi sekarang berapa jumlah gerai Edam?
Wah, saya sendiri ndak tahu persis. Nggak sempat ngitung. Tapi hampir di semua kabupaten ada Edam. Setiap hari selalu ada permintaan. Saya juga ke sana ke mari berkeliling.

Sekalian jadi pembicara seminar juga, ya?
Sebenarnya saya ndak bisa ngomong. Saya kalau ngomong ya apa adanya. Ndak pakai teori-teori. Ini pengalaman saya, ya ini yang saya omongkan. Tapi katanya justru itu yang menarik. Saya diundang perusahaan, para pensiunan, malah sempat beberapa kali seminar di kampus. Saya senang banget, karena lulusan STM bisa mendikte calon dokter. Saya itu suka kalau disuruh jadi pembicara di kampus, karena saya kan dulu tidak kuliah. Jadi sekarang saya tanpa uang bisa masuk kampus, bahkan bisa jadi orang. Lucu jadinya.

Berkali-kali Edam mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Apa maknanya buat Anda?
Jujur saja, saya tak pernah memimpikan bakal punya usaha sebesar ini. Dulu, ketika memulai, saya hanya memodalkan dua gerobak roti burger dengan modal apa adanya. Karena saya ulet, akhirnya usaha saya selama 17 tahun ini membuahkan hasil. Saya merasa ini sebagai karunia Tuhan yang patut saya syukuri.

Ini pertanyaan yang paling ingin diketahui banyak orang. Apa kunci sukses Anda?
Kuncinya tak banyak. Cukup fokus pada satu bidang, yaitu menjual roti burger berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, ulet meluaskan pangsa pasar dan menjaga hubungan dengan para pelanggan. Saya yakin dengan filosofi menabur dan menuai. Siapa yang menabur kebaikan, pasti berbuah kebaikan juga. Saya juga tidak pernah malu dan gengsi mengerjakan apa pun asal halal dan terhormat. Bagi saya, kesuksesan itu seperti pintu yang bisa dilewati siapa saja, asal orang itu punya komitmen terhadap usahanya.

Edam sudah besar dan berbiak kemana-mana. Anda masih punya impian apalagi?
Saya ndak tahu mau apa nanti. Yang saya dapat ini juga tidak saya rencanakan. Edam ini kan bergerak di bidang makanan. Dan makanan itu kan tidak pernah berhenti. Di situ kan banyak potensi. Potensinya itu orang. Kalau saya punya usaha roti, maka potensinya adalah orang yang memakannya. Ke depannya saya akan mengurusi orang makan. Entah apa atau apa itu akan mengalir dan nanti seleksi alam. Harapan saya, di sini kan saya usaha burger. Dan ada roti, sayuran, dan daging. Di sini ada komposisi mineral karbohidrat dan protein. Ini agar orang-orang itu mengonsumsi makanan yang berprotein, mineral, dan karbohidrat. Jangan sampai kayak di Bogor banyak sayur, tapi orang Bogor kurang makan sayur. Ke depan saya ingin paling tidak orang Indonesia makan burger sebulan sekali lah. Tidak usah seminggu sekali.[dm]

* Dodi Mawardi dapat dihubungi di: dmawardi2000@yahoo.com

15 October 2008

NOTORIOUS: Known For Something Bad

Bila karakter pribadi kita adalah sebuah gunung, reputasi adalah bayangan dari gunung itu.

Sebuah kerikil, hanya akan membuat sebuah bayangan kerikil.
Anda tidak akan bisa membangun sebuah bayangan se-ukuran gunung, bila Anda tidak membangun sebuah gunung.
Kita, Anda dan saya tidak akan mampu membangun reputasi yang baik, tanpa lebih dahulu membangun sebuah pribadi yang berkualitas.

Bangunlah reputasi sebagai bagian dari keuntungan orang lain, bukan bagian dari biaya mereka.

Kita semua memiliki masalah-masalah kita dalam karir dan kehidupan pribadi kita, dan akan sangat berterima kasih kepada siapa pun yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah-masalah itu.
Maka kita akan sangat diuntungkan bila kita memastikan kehadiran kita - menjadi sebuah kehadiran yang menyelesaikan masalah orang banyak.
Anda disebut , bila Anda famous menjadikan diri Anda bagian dari penyelesaian.
Dan dia, akan menjadi notorious, bila dia menjadikan dirinya bagian, atau bahkan sumber dari masalah.

Mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti berdiri dalam semen basah.

Semakin lama Anda berdiri dalam semen basah, akan semakin sulit Anda membebaskan diri.
Dan mempertahankan kebiasaan buruk, adalah persis seperti berdiri dalam semen basah.
Walau pun Anda sudah berubah bentuk, cetakan semen itu mengumumkan bentuk Anda sebelumnya - sebagai bentuk asli Anda.
Itu sebabnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki nama yang sempat rusak, karena cetakan reputasi buruk bias mengekang lebih kuat daripada semen yang telah mengeras.

Cari lah yang bukan gajah.

Bila Anda kesulitan menemukan bentuk gajah dalam sebuah bongkah besar marmer, temukan lah bentuk-bentuk yang bukan gajah dan kemudian sebuah bentuk gajah akan mulai terlihat dengan lebih jelas.
Dan anjurannya adalah; bila kita menemukan banyak kesulitan dalam mebangun kualitas-kualitas bintang pada diri kita, tunda lah sebentar upaya itu.
Sebagai gantinya, temukan lah keburukan-keburukan yang telah menjadi tuan rumah dalam perilaku kita, dan segera hilangkanlah.
Bila kita berhasil meminimalkan kekurangan-kekurangan, sebetulnya kita telah berhasil memaksimalkan kebaikan-kebaikan kita.

Anda bisa mencapai keberhasilan tanpa mengupayakan keberhasilan.

Banyak orang menjadi gagal dalam upaya mencapai keberhasilan, dan menjadikan diri mereka dikenal buruk; tanpa menyadari bahwa lebih banyak orang yang berhasil dalam upaya menjadikan diri mereka bernilai bagi orang lain.
Mereka mencapai keberhasilan, bukan karena mereka mengupayakan keberhasilan bagi diri mereka sendiri; tetapi karena mengupayakan keberhasilan bagi orang lain.

Jangan lah hanya menjadi terkenal, tetapi pastikanlah Anda dikenal baik dalam suatu hal.

Dan kita akan mudah mengenali kualitas-kualitas yang akan menjadikan kita dikenal baik, dengan memperhatikan apa yang kita utamakan dalam kesendirian kita saat tidak ada orang yang melihat kita.
Karena, karakter pribadi yang sesungguhnya, adalah yang tampil saat kita sendiri - saat kita merasa se-bebas-bebas-nya untuk menjadi apa pun yang kita sukai.
Maka berhati-hati lah dalam kesendirianAnda.
Bukankah sering terjadi, bahwa saat kita bekerja keras- tidak ada yang melihat; tetapi saat kita menguap - ada yang melihat.

Beranikan lah diri Anda.
Anda tidak akan mungkin mendekati keberhasilan, bila Anda tidak juga ramah kepada kegagalan.

Jangan lah menjadikan kemungkinan adanya kegagalan sebagai pembatal keinginan kita untuk mencapai kebesaran yang telah menjadi hak kita - yaitu untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini.
Kesalahan adalah tanda-tanda untuk naik yang akan Anda temui dalam upaya mewujudkan kelas kelas kepemimpinan yang lebih tinggi pada diri Anda, dan sama sekali bukan tanda untuk berhenti.
Bila Anda tidak membuat kesalahan, itu berarti bahwa Anda tidak berupaya cukup keras.
Dan bahkan bila Anda harus dikenal karena kesalahan Anda, maka biar lah - asal mereka tahu bahwa itu adalah kesalahan, dan mereka juga tahu bahwa Anda masih dalam perjalanan untuk menjadi seorang bintang.

Pastikanlah bahwa kebaikan adalah yang menjadi dasar reputasi Anda.

Coba lah mulai hari ini untuk menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari.
Reputasi pribadi yang paling manis adalah reputasi yang dibangun karena suka-cita orang lain dalam pertemuan dengannya.
Dan dengan mencoba menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari, sebetulnya proses membangun sebuah nama baik, adalah sebuah proses yang penuh suka cita.

Berapa orang kah yang bisa Anda gembirakan hari ini?

(Sumber: Becoming A Star, Mario Teguh)

05 October 2008

Becoming Your Best Friend

Seorang sahabat adalah jiwa yang sama dalam dua badan yang berbeda.Maka pribadi yang menjadi sahabat bagi dirinya sendiri adalah sahabat yang terbaik.Seorang sahabat tidak memiliki ke pentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita. Bila dia tidak sedang memberikan nasihat-nasihat yang menggelorakan semangat kita untuk mencapai kecemerlangan hidup, dia duduk dengan tenang bersama kita di saat-saat kita terluka dan bersedih hanya untuk menjadi pendengar yang tidak menyanggah, dan yang kehadirannya secara fisik atau semangat menjadikan kita tidak sendiri.Tetapi, akan selalu ada pribadi yang mengisi kebersamaan dengan dirinya sendiri dengan keluhan-keluhan mengenai kelemahan dan kegagalan dirinya. Dia berbicara dengan nada yang tinggi atau rendah, tetapi yang tak henti-hentinya mengeluhkan dirinya sendiri yang belum berhasil mencapai kelas-kelas yang telah dicapai oleh orang lain. Lalu, dengan kejamnya dia mengatakan bahwa hidupnya akan menjadi lebih baik bila saja dia bisa dilahirkan dan hidup dalam diri yang lebih baik.Disampaikannya semua keluhan itu pagi-pagi saat dirinya bangun dari tidur malam yang penuh dengan mimpi buruk, dan kemudian sepanjang hari, sampai saat dirinya tergolek lelah dengan mata basah-untuk kembali memasuki alam mimpi yang tetap tidak ramah. Janganlah pernah Anda bersikap tidak bersahabat kepada satu-satunya pribadi yang menjadi tempat menempelnya nama Anda.Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.Bukan kurangnya kasih sayang yang menggagalkan banyak pernikahan, tetapi tidak cukupnya persahabatan. Bagaimana mungkin Anda bisa lama bersama dengan seseorang yang lebih menyukai kebersamaan dengan oranglain, atau yang bersaing dengan Anda, atau yang tidak merasa terkait dengan masalah-masalah Anda, atau yang merasa tidak turut bertanggung-jawab atas lambatnya kemajuan Anda,atau yang bermanis-muka hanya sebelum meminta, atau yang mendahulukan penolakan terhadap usulan-usulan Anda, atau yangmenuduh Anda tidak mau mengerti saat dia tidak mau mengerti batasan-batasan Anda,atau yang membuatAndatidakbisa membedakan antara dusta-nya dan benar-nya, dan yang mengabaikan Anda tetapi yang juga mengatakan bahwa bila ada keberhasilan Anda-itu adalah berkat dukungannya?Semua itu adalah beban yang menyedihkan dalam kebersamaan resmi yang tidak lagi bernilai. Lalu, mohon Anda sadari bahwa kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri adalah kebersamaan yang paling lama yang akan pernah Anda alami dengan siapa pun, dan merupakan kebersamaan yang tidak bisa Anda tinggalkan. Kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri itu dimulai saat Anda berdua dilahirkan, dan akan berakhir secara duniawi saat diri Anda tidak lagi dapat bertahan sebagai alamat kehidupan Anda didunia.Maka temukanlah semua definisi baik tentang persahabatan, dan mulai saat ini gunakanlah pengertian-pengertian baik itu dalam sikap dan perilaku Anda-untuk menjadi sahabat yang terbaik bagi diri Andasendiri.Ketegasan untuk mendisiplinkan diri sendiri adalah pemasti ter-gali-nya emas di bawah tempat Anda berdiri. Persahabatan Anda dengan diri Anda adalah kebersamaan yang intim untuk mengutamakan perasaan, pikiran, dan tindakan yang memajukan kualitas hidup Anda. Mohon ingatkan sahabat terdekat Anda itu, bahwa semua keberhasilan Anda dimungkinkan karena interaksi yang baik dan yang mendatangkan keuntungan bagi oranglain.Sehingga sebetulnya, tertundanya keberhasilan Anda berdua-datang dari dua kegagalan. Yang pertama adalah kegagalan untuk diterima dengan baik oleh orang lain, dan yang kedua adalah kegagalan dalam mendatangkan keuntungan bagioranglain. Lalu, berbincang-lah ramah dengan diri Anda sendiri, dan capailah pengertian bersama yang baik mengenai keharusan bagi Anda untuk menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya oleh orang lain. Bagaimana mungkin Anda berhasil dalam interaksi dengan orang lain, bila Anda tidak berhasil berinteraksi dengan diri Anda sendiri? Mintalah dia untuk bersikap dan berlaku dengan sikap dan tindakan yang telah Anda putuskan sebagai pilihan-pilihan terbaik. Pastikan bahwa dia tidak kembali kepada sikap dan tindakan-tindakan lamanya yang telah dikenalnya dengan baik sekali, yang mudah baginya untuk mengulangi, dan yang telah menjadikan Anda mengeluhkan keadaan di mana Andasekarang berada.Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda, dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati.Setiap orang mungkin bisa mendengar semua yang Anda katakan, tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan, dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan. Dan dengannya dia memberikan bahkan yang tidak Anda minta.
:: MTST 03.08.06 ::

Telah Terbit Buku AC Mobil

Alhamdulillah selesai sudah perjuangan menyusun buku AC mobil ini. Sejak Juni 2007 lalu saya mengirimkan outline ke Penerbit. Sebenarnya masih banyak kekurangan, semoga dimaafkan. Saya berharap bermanfaat untuk semua.

Tersedia di Toko Buku Kesayangan anda
Penulis: Juni Handoko
Ukuran: 24 cm
Tebal: viii + 116 hlm
Penerbit: KawanPustaka
ISBN: 979-757-320-6
Harga: Rp35.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)

Berikut sinopsisnya,

Mengendarai mobil akan terasa nyaman jika penyejuk udara (AC) bekerja dengan baik. Dapat dibayangkan jika sistem AC mobil Anda bermasalah, seperti AC tidak dingin, keluar bau tidak sedap, atau sistem AC rusak. Apalagi di kota-kota besar dengan kondisi jalanan macet dan cuaca cukup terik. Jadi serba salah bukan? Membuka kaca cendela menyebabkan debu dan asap kendaraan masuk ke dalam kabin. Jika ditutup, kabin akan terasa panas dan pengap.Penyebab gangguan AC mobil bermacam-macam, salah satunya adalah kurangnya perawatan. Buku ini menjelaskan sistem AC secara umum, komponen dan cara kerja, indikasi kerusakan dan cara memperbaikinya, serta petunjuk servis dan perawatan. Jadi, jika AC mobil Anda bermasalah tidak perlu langsung ke tempat servis. Ikuti petunjuk dalam buku ini, bisa saja kerusakan AC terjadi karena hal-hal yang ringan, sehingga Anda dapat mengatasinya sendiri.

HERO. The Adorable Qualities In You

Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya; dan bukan hanya sekedar pahlawan, tetapi pahlawan di antara pahlawan.Di setiap hati pribadi - ada sebuah ruang yang luas bagi perjamuan pahlawan-pahlawan dalam kehidupannya. Dan dalam perjamuan itu, figur utama yang berbicara dan memimpin suasana perjamuan adalah dirinya sendiri.Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dia ingin dihargai, dikagumi, dan dijadikan acuan. Dia ingin menjadikan kehadiran dirinya sebagai pengundang bagi kecintaan orang lain untuk berlaku baik.Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dan siapa pun yang menolak hal ini adalah biasanya pribadi baik yang impian-impiannya tersiksa oleh kenyataan-kenyataan yang tidak ramah.Bila Anda mengagumi seseorang, perhatikanlah bahwaAnda sebetulnya sedang melihat diri Anda sendiri di masa depan - dalam diri dan cara-cara pribadi itu.Anda tidak mungkin mengagumi pribadi yang sikap dan cara-caranya bertentangan dengan konsep kebesaran yang Anda patutkan bagi diri Anda sendiri.Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.Seorang pahlawan adalah mercu suar bagi harapan-harapan kita. Dia menjadikan diri, jalan, dan berita-nya sebagai pemandu bagi kita dalam pelayaran menuju impian-impian kita. Kita tidak harus menjadikan diri kita sepertinya, tetapi dengan mengacu kepadanya - kita dapat menikmati perjalanan yang lebih berkualitas.Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita - terutama - dinilai dari kualitasdari perjalanan kita.Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita,maka kapan pun perjalanan itu berakhir - perjalanan kita akan berakhir dengan baik.Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.Seorang pahlawan harus menampilkan sebuah bentuk keprimaan.Di antara para semut - akan selalu ada semut yang luar biasa, dan di antara para gajah - akan selalu ada gajah yang menyedihkan.Maka dengarkanlah dengan hati yang hening …, bahwa kepahlawanan dalam hidup ini tidak ditentukan oleh kualitas keberadaan fisik atau besarnya kemampuan membiayai kemewahan; kepahlawanan adalah kualitasluar biasa yang dicapai dari pengembangan apa pun yang biasa dari yang ada pada diri kita.Bangun lah keprimaan dalam apapun yang Anda lakukan.Memang tidak ada hukuman yang dijanjikan kepada mereka yang membiarkan diri mereka tumbuh menjadi orang-orangbiasa dengan kemampuan biasa.Tetapi, apakah sebutan bagi perasaan yang selalu memberitahu kita bahwa kita sebetulnya memiliki kemampuan lebih daripada orang-orang biasa yang sekarang sedang mengendalikan hidupkita?Mungkin …, lebih baik hidup pendek dan cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang juga belum tentu panjang.Seorang pahlawan adalah seorang penyemangat.Siapakah yang akan Anda pilih untuk rekan berbincang sambil minum kopi lambat-lambat?Apakah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwa dia seorang besar yang hebat? Ataukah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwaAnda bisa menjadi seorang besar yang hebat? Yang mana-kah?Pastikanlah bahwa Anda memilih dia yang membantu Anda menemukan diri Anda sendiri, mengenali potensi-potensi Anda, dan yang membangun keyakinan Anda mengenai hak Anda untuk berhasil.Kemudian, dalam persahabatan dengan pribadi seperti itu, mulailah perjalanan kepahlawanan Anda - dengan menjadikan diri Anda sebagai pahlawan dalam kisah kehidupan Anda sendiri.Mulailah dengan mengejutkan diri Anda sendiri dengan kesungguhan-kesungguhan baru untuk melakukan awalan-awalan dari kebesaran yang ingin Anda capai. Karena sesungguhnya apa pun yang kecil akan mengejutkan Anda dengan kehebatannya - bila Anda melakukannya dengan kesungguhan yang besar.Seorang pahlawan adalah sebuah bukti keberanian.Entah apa yang menahan mereka, tetapi tidak sedikit orang yang menahan diri dari melakukan hal-hal yang telah mereka ketahui akan memperbaiki kualitas hidup mereka.Padahal, seorang pahlawan adalah setidaknya diri yang membuktikan kasih sayang kepada diri sendiri - melalui tindakan nyata yang mendekatkan diri kepada kehidupanyang diimpikannya.Dia melakukan yang dikatakannya, danmengatakanyang dilakukannya.Seorang pahlawan, sebetulnya adalah seorang yang biasa dengan keberanian yang tidak biasa untuk bersikap dan berlaku yang akan menjadikannya di atas yang biasa.Maka pikirkanlah hal-hal yang besar, dalamsuasana hati yang ramah terhadap kemungkinan-kemungkinan Anda. Lalu, ambillah cara-cara orang besar, dan lakukanlah pekerjaan Anda dengan kesungguhan yang besar. Ingatlah, bahwa tidak ada jalan yang membawa kita menuju kebesaran, bila kita tidak membawa diri kitasendiri.Jadikanlah diri Anda sebagaimana Andainginkan dia menjadi A HERO.....
(mario teguh super talk)

Untuk Apakah Keberanian itu?

Keberanian adalah kesediaan untuk melakukan yang 'meskipun'. Saya tidak menggunakan kata kekuatan', tetapi 'kesediaan';karena:Bagi orang yang kuat - kekuatan adalah sesuatu yang biasa, dan bagi orang yang ikhlas - kesediaan adalah juga sesuatu yang wajar.Hanya bagi orang yang lemah - kekuatan itu mengagumkan;dan hanya bagi orang yang masih menghitung - keikhlasan itu mengherankan.Dengannya -Anda hanya sekuat kesediaan Anda untuk melakukan yang wajarnya tidak akan dilakukan oleh orang lain.Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, ...meskipun dia belum berpengalamanmeskipun dia tidak memiliki uang untuk itumeskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannyameskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang samameskipun sama sekali tidak ada jaminanmeskipun sebetulnya dia sangat ketakutandanmeskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.Keberanian adalah kesediaanuntuk melakukan yang 'meskipun'.Dengannya,keberanian tidak ada hubungannya dengan kepandaian, pendidikan, umur, kematangan, pengalaman, perhitungan, feasibility study, analysis and projections, jaminan, ramalan dukun, nasib dan peruntungan, agama, keyakinan, ras atau suku, tahyul, harta dan modal, bank guarantee, katabelece, relasi, koneksi, mertua yang kaya, dukungan, persetujuan, bantuan, bakat, ketampanan dan kecantikan, nama besar, warisan, wangsit, wisik, mimpi baik atau buruk, infotainment, denger-denger, demam, kesurupan, kedutan, atau geringgingan.Keberanian - tidak ada hubungannya dengan itu semua. Mohon Anda yakini,Keberanian adalah kesediaanuntuk melakukan yang 'meskipun'......................
Mario Teguh

Buku AC Ruangan

Penulis : Juni Handoko
Ukuran : 15.5 x 23.5 cm.
Tebal : 96 (BW) + 8 (FC) hlm.
Cetakan : 4
Penerbit : Kawan Pustaka
ISBN : 979-757-214-9

Sinopsis :

Apapun mereknya, unit AC rumah berfungsi mengondisikan temperatur ruangan agar sesuai dengan keinginan penggunanya. Hawa sejuk yang diembuskan hanyalah sirkulasi udara ruangan. Selanjutnya, unit AC akan menangkap panas atau kalor udara ruangan dan membuangnya ke luar ruangan. Begitulah seterusnya, aliran bahan pendingin (refrigeran atau biasa disebut freon) di dalam sistem pendingin unit AC bekerja menyerap dan melepaskan panas udara di dalam ruangan. Lalu, apa yang akan terjadi ketika perabotan ini rusak? Tentu Anda akan ‘sedikit’ direpotkan untuk mencari teknisi AC yang tepercaya untuk memperbaikinya. Memperbaiki sendiri? Ini bisa saja dilakukan. Caranya tidak sulit kok. Buku ini mengulas berbagai jenis kerusakan AC dan solusi mengatasinya dengan langkah yang mudah. Selain itu, buku ini juga mengulas cara pemasangan (instalasi) unit AC dan servis ringan yang bisa Anda lakukan sendiri di saat senggang. Temukan semua pembahasannya di dalam buku ini.

15 September 2008

November ’08, kami harus kerja



Alhamdulillah, akhirnya terselenggara pelatihan keterampilan dan wirausaha (Servis AC Split). Dilaksanakan selama 3 hari dari jam 9.00-15.00 WIB. Peserta tepat waktu dan mengikuti full kegiatan. Selain keterampilan, selama pelatihan menekankan bahwa:
1. Tidak memulai dengan apa yang belum dimiliki, tetapi memulai dari apa yang bisa diperbuat.
2. Peluang kerja sangat besar saat bisa memenuhi keinginan pemberi kerja.
Keterampilan apapun mudah dikuasai saat kita serius dan fokus.
Siap menaggalkan kemalasan dan pantang menyerah.
Semua pekerjaan adalah mulia dan bernilai ibadah.




Peserta sangat antusias, dengan semangat 2 bulan pasca pelatihan harus bisa bekerja apapun yang membuat mereka mandiri. Semoga harapan-harapan mereka terwujud.
Pelatihan bekerja sama dengan Yayasan Tebar Amal dan bertempat di DPC PKS Pamulang. Terimakasih untuk pak Isnu HP dan ikhwah Pamulang atas apresiasinya.

03 September 2008

Silence Is Not Always Golden

Tidak semua diam adalah emas.

Telah lama kita mendengar ungkapan bahwa diam itu emas. Diam dan keheningan itu adalah peng-indah pembicaraan, dan diam pada saat yang tepat justru membuat seseorang berbicara lebih fasih daripada mereka yang melulu berbicara.

Tetapi tidak semua diam dan keheningan adalah emas.
Pada banyak kesempatan, diam itu justru menjadi sebab dari masalah-masalah besar, dan menjadi pemberi ijin bagi keberlanjutan dari keburukan dan kejahatan.

Diam adalah sebuah bentuk persetujuan; sehingga seseorang yang diam dihadapan kesalahan dan kejahatan -telah sebetulnya sama dengan menyetujui terjadinya kesalahan dan tidak menolak dilaksanakannya kejahatan.

Bila kita dinilai dari apa yang kita katakan, mohon Anda sadari bahwa kita juga dinilai dari apa yang kita diamkan.

Maka terhadap apakah Anda diam?

Keheningan bukanlah sebuah pelajaran. Yang Anda dengar dalam keheningan itu lah -yang menjadi pelajaran keemasan.

Keheningan bukan lah hanya tidak adanya suara. Keheningan adalah tempat kembali bagi pribadi-pribadi yang berupaya mengerti, karena dalam relung-relung keheningan yang damai itu lah-tergemakan suara-suara yang tak terdengar oleh telinga.

Tetapi kita tidak dapat hidup sepenuhnya hanya dalam keheningan. Bahkan mereka yang menemukan kedamaian dan pengertian dalam keheningan -akhirnya akan terpaksa meninggalkan dunia senyap itu-karena setelah beberapa saat, pengertian yang terdengar dalam keheningan itu akan tumbuh menjadi bentuk kebisingan yang memekakkan telinga hati.

Setelah Anda mengerti -keheningan akan mengusir Anda keluar, agar Anda sibuk bergaul dalam kehidupan ramah yang saling menguntungkan dengan orang lain, karena sebetulnya untuk itu lah pengertian itu diberikan kepada Anda.

Diam adalah bahasa yang sering disalah-artikan.

Bagi mereka yang tidak memiliki sesuatu yang bernilai untuk dikatakan, diam adalah penyelamat yang baik. Tetapi, di hadapan mereka yang menikmati kemenangan atas kelemahan orang lain-diam adalah tanda kebodohan yang bisa diambil keuntungan darinya.

Maka meskipun diam itu emas, berhati-hatilah dalam memilih kepada siapa Anda diam, tentang hal apa Anda diam, kapan saat Anda diam, dan cara yang Anda gunakan untuk diam.

Bila penguasaan bahasa Anda dinilai dari kefasihan Anda dalam menggunakan kata-kata dan tata olah bicara, mohon Anda ingat bahwa Anda juga dinilai dari kefasihan Anda dalam menggunakan tidak adanya kata. Dengannya, hanya diam saja -tidak cukup untuk mencapai kualitas keemasan pribadi kita.

Fasih berbicara adalah juga fasih untuk tidak berbicara.

Keheningan sering memperbesar penderitaan karena kecenderungannya untuk mengulangi kejadian.

Perhatikanlah, orang sering merasa tersinggung-tidak pada saat dia mendengar perkataan yang merendahkan; tetapi lama setelah keheningan mengulangi kata-kata itu berkali-kali dalam kesendiriannya.Perhatikanlah juga,bagaimana dia menjadi semakin bersedih, setelah dia memutar ulang cerita ketidak-beruntungan hidupnya.

Maka, apakah kira-kira nama dari tempat sampai-bagi dia yang menemukan kesenangan dalam mengulangi cerita kesulitan dan kegagalannya?

Lalu, perhatikanlah bagaimana seorang yang lain -menjadi congkak karena senang memutar ulang saat-saat pendek di mana dia menang dan dipuji-puji oleh orang lain.

Itu adalah alasan mengapa kita sering menemukan orang-orang kecil dengan kesombongan besar.

Padahal, seseorang yang telah mencapai kebesaran -justru merasa paling takut untuk berada lagi dalam kegembi raan yang menyertai keberhasilannya dulu; karena, kegembiraan dari hasil pengu langan seperti itu -mudah tumbuh menjadi kebanggaan, dan yang kemudian beralih wajah menjadi kesombongan.

Karena dia mengerti bahwa tidak ada keberhasilan kecuali yang Diijinkan -sebagai gantinya dia memilih untuk mengulangi rasa bersyukur yang menghampirinya bersamaan dengan kedatangan keberhasilan.

Dengan demikian, kehati-hatian dalam mengijinkan apa yang boleh diulangi dalam keheningan -adalah kunci menuju kekuatan hati.

Bagi hati yang mencari keheningan adalah tempat untuk menemukan.
Bagi yang sudah menemukan nilai dari pengertian itu hanya sebanding dengan keikhlasannya untuk menerima.
Dan bagi yang sudah menerima nilai dari penerimaannya bergantung pada nilai yang bisa dibangunnya untuk orang lain -dari pengertian itu.
Maka diam -dan keheningan, hanya bernilai bagi yang merindukan nilai.

Fighting TheWrong Fight

Anda hanya mendapat dari yang Anda kerjakan.
Janganlah memilih pekerjaan yang salah.
Dalam kehidupan, pertanyaan yang sebenarnya bukan apa yang Anda menangkan, tetapi apa yang Anda lakukan; karena yang Anda lakukan menentukan apa yang bisa Anda menangkan.
Jadi janganlah berlama-lama dalam kesadaran bahwa yang sedang Anda lakukan ini sebetulnya salah. Janganlah Anda biarkan diri Anda menua dalam pekerjaan yang menuntut penggunaan dari kelemahan-kelemahan Anda. Berjayalah dalam pekerjaan yang merayakan penggunaan dari kekuatan-kekuatan Anda.

Anda dikenal melalui pertarungan yang Anda pilih.
Apa pun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan - pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda. Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan.
Bila hal-hal kecil yang tidak penting, cukup untuk membuat Anda bertarung dengan orang lain, maka kecil dan tidak pentinglah Anda. Bila yang Anda perjuangkan adalah hal-hal yang baik dan bernilai, maka baik dan bernilailah Anda.

Kelas Anda ditentukan oleh keberanian Anda.
Keinginan Anda tidak penting, bila untuk pencapaiannya Anda tidak bersedia untuk bertarung.
Banyak orang sangat berani dalam mengkhayalkan keberhasilan dirinya, tetapi menjadi kerdil saat betul-betul harus memenuhi syarat bagi keberhasilannya dalam pekerjaan yang nyata.
Mereka yang pemberani, tidak selalu mengawali perjuangan mereka dengan impian, tetapi selalu memasuki pekerjaan dengan kesungguhan, dan menghadapi kesulitan dengan keberanian. Itu sebabnya, keinginan yang sesungguhnya hanya pantas berlabuh di hati seorang pemberani.

Janganlah menjadi petarungyang setengah-setengah.
Janganlah menjadikan hidup ini setengah matang.
Segeralah selesaikan hal-hal yang akan membentuk keutuhan dari rencana-rencana Anda.
Janganlah impian Anda mengenai keberhasilan di masa depan, menjadikan Anda penunda yang menafikan keberhasilan yang bisa Anda capai hari ini.
Bersikaplah seperti para petarung sejati.
Janganlah memukul, karena itu akan menyakiti orang lain. Janganlah juga, memukul dengan lunak, karena balasan yang Anda terima bisa keras. Tetapi, bila Anda harus memukul, pukullah dengan keras.

Periksalah kembali prinsip-prinsip Anda.
Memang dibutuhkan sebuah keberanian, untuk tewas mempertahankan sebuah prinsip; tetapi dibutuhkan keberanian yang jauh lebih besar lagi untuk tetap hidup dan berjaya dalam sebuah prinsip. Dan itu adalah pilihan yang lebih baik.
Bukan ukuran Anda yang penting untuk memenangkan sebuah pertarungan, tetapi ukuran keberanian dalam diri Anda; yaitu keberanian untuk tampil dan bekerja sesuai dengan prinsip Anda.
Tidak ada hal besar yang bisa dicapai oleh seseorang yang keras kepala -karena prinsipnya; tetapi yang berjalan tanpa arah, meneriakkan keraguan dan keluhan; tetapi menolak nasihat-nasihat baik, hanya karena itu bukan prinsipnya.
Bila yang disebutnya prinsip itu, mengkerdilkannya mungkin itu bukan prinsip, atau dia harus memeriksa kembali sikapnya dalam berprinsip.

Dia yang menyerang harus menang, dan dia yang bertahanharus selamat.
Apakah Anda termasuk yang agresif dalam hidup ini, yang memasuki jam-jam kerja dengan kekuatan hati yang menyerang dengan kekuatan penuh?
Ataukah Anda yang hanya bertahan, yang berupaya selamat dari hari ke hari, tanpa pandangan yang jelas kapan kira-kira kelambatan dan ke-rata-rata-an ini berakhir? Yang manakah Anda? Maka ..., bertindaklah lebih berani.

Bila Anda berseteru dengankehidupan ini, semua orangakan menjagokan kehidupan.
Dari semua hal yang bisa Anda jadikan musuh dan Anda salahkan atas kelambatan laju kehidupan ini, jangan pernah musuhi kehidupan.
Bila pendapat buruk Anda tentang kehidupan ini benar, maka tidak akan ada orang lain yang tampil sebagai pemenang. Tetapi, telah banyak orang yang menang, dan masih akan ada banyak lagi yang menang.
Kehidupan ini harus dimenangkan, didapatkan, dan dialami dengan baik -lalu bagaimana mungkin Anda bisa memenangkan, mendapatkan, dan mengalami kehidupan dengan kecintaan, bila Anda mengeluhkan kehidupan?
Sayangilah kehidupan ini, dan dia akan mengembalikan kebaikan Anda itu dengan kualitas hidup yang lebih besar dari yang Anda berikan.

Betapa pun Anda menyukai permainan, janganlah bermain-main dengan hidup Anda.
Bagi anak-anak, sebuah permainan adalah kehidupan yang sesungguhnya, dan dengan permainan itulah mereka membangun pengertian dan kemampuan untuk menjadi pemenang yang anggun dalam hidup mereka nanti.
Sebagian dari anak-anak itu memang tumbuh menjadi pemenang, tetapi sebagian yang lain tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang masih bermain-main dengan kehidupan mereka.

Hidup ini bersikap ramah kepada kita yang bersungguh-sungguh untuk mencapai kemenangan, dan bersikap keras kepada mereka yang tidak terlibat secara sadar dalam prosesi kehidupan.
Dan yang menyayat hati para pemerhati adalah bila mereka yang dikerasi agar sadar itu, menerima kesulitan hidup sebagai nasib buruk seolah-olah upaya mereka tidak
Marioteguh.blogspot.com

Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya; dan bukan hanya sekedar pahlawan, tetapi pahlawan di antara pahlawan.

i setiap hati pribadi - ada sebuah ruang yang luas bagi perjamuan pahlawan-pahlawan dalam kehidupannya. Dan dalam perjamuan itu, figur utama yang berbicara dan memimpin suasana perjamuan adalah dirinya sendiri.

Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dia ingin dihargai, dikagumi, dan dijadikan acuan. Dia ingin menjadikan kehadiran dirinya sebagai pengundang bagi kecintaan orang lain untuk berlaku baik.
Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam kisah hidupnya. Dan siapa pun yang menolak hal ini adalah biasanya pribadi baik yang impian-impiannya tersiksa oleh kenyataan-kenyataan yang tidak ramah.
Bila Anda mengagumi seseorang, perhatikanlah bahwaAnda sebetulnya sedang melihat diri Anda sendiri di masa depan - dalam diri dan cara-cara pribadi itu.
Anda tidak mungkin mengagumi pribadi yang sikap dan cara-caranya bertentangan dengan konsep kebesaran yang Anda patutkan bagi diri Anda sendiri.

Jalan kepahlawanan adalah jalan menuju harapan.
Seorang pahlawan adalah mercu suar bagi harapan-harapan kita. Dia menjadikan diri, jalan, dan berita-nya sebagai pemandu bagi kita dalam pelayaran menuju impian-impian kita. Kita tidak harus menjadikan diri kita sepertinya, tetapi dengan mengacu kepadanya - kita dapat menikmati perjalanan yang lebih berkualitas.
Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan; tetapi keberhasilan kita - terutama - dinilai dari kualitasdari perjalanan kita.
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita,maka kapan pun perjalanan itu berakhir - perjalanan kita akan berakhir dengan baik.
Maka pastikanlah pahlawan dalam diri Anda itu tumbuh dan berkembang mencapai kewibawaan yang cukup untuk membuat diri Anda menghormatinya, dan mengharuskan Anda patuh pada jalan-jalan kepahlawanan Anda sendiri.

Seorang pahlawan harus menampilkan sebuah bentuk keprimaan.
Di antara para semut - akan selalu ada semut yang luar biasa, dan di antara para gajah - akan selalu ada gajah yang menyedihkan.
Maka dengarkanlah dengan hati yang hening …, bahwa kepahlawanan dalam hidup ini tidak ditentukan oleh kualitas keberadaan fisik atau besarnya kemampuan membiayai kemewahan; kepahlawanan adalah kualitasluar biasa yang dicapai dari pengembangan apa pun yang biasa dari yang ada pada diri kita.
Bangun lah keprimaan dalam apapun yang Anda lakukan.
Memang tidak ada hukuman yang dijanjikan kepada mereka yang membiarkan diri mereka tumbuh menjadi orang-orangbiasa dengan kemampuan biasa.
Tetapi, apakah sebutan bagi perasaan yang selalu memberitahu kita bahwa kita sebetulnya memiliki kemampuan lebih daripada orang-orang biasa yang sekarang sedang mengendalikan hidupkita?
Mungkin …, lebih baik hidup pendek dan cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang juga belum tentu panjang.

Seorang pahlawan adalah seorang penyemangat.
Siapakah yang akan Anda pilih untuk rekan berbincang sambil minum kopi lambat-lambat?
Apakah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwa dia seorang besar yang hebat? Ataukah dia yang membuat Anda merasa yakin bahwaAnda bisa menjadi seorang besar yang hebat? Yang mana-kah?
Pastikanlah bahwa Anda memilih dia yang membantu Anda menemukan diri Anda sendiri, mengenali potensi-potensi Anda, dan yang membangun keyakinan Anda mengenai hak Anda untuk berhasil.
Kemudian, dalam persahabatan dengan pribadi seperti itu, mulailah perjalanan kepahlawanan Anda - dengan menjadikan diri Anda sebagai pahlawan dalam kisah kehidupan Anda sendiri.
Mulailah dengan mengejutkan diri Anda sendiri dengan kesungguhan-kesungguhan baru untuk melakukan awalan-awalan dari kebesaran yang ingin Anda capai. Karena sesungguhnya apa pun yang kecil akan mengejutkan Anda dengan kehebatannya - bila Anda melakukannya dengan kesungguhan yang besar.

Seorang pahlawan adalah sebuah bukti keberanian.
Entah apa yang menahan mereka, tetapi tidak sedikit orang yang menahan diri dari melakukan hal-hal yang telah mereka ketahui akan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Padahal, seorang pahlawan adalah setidaknya diri yang membuktikan kasih sayang kepada diri sendiri - melalui tindakan nyata yang mendekatkan diri kepada kehidupanyang diimpikannya.
Dia melakukan yang dikatakannya, danmengatakanyang dilakukannya.
Seorang pahlawan, sebetulnya adalah seorang yang biasa dengan keberanian yang tidak biasa untuk bersikap dan berlaku yang akan menjadikannya di atas yang biasa.
Maka pikirkanlah hal-hal yang besar, dalamsuasana hati yang ramah terhadap kemungkinan-kemungkinan Anda. Lalu, ambillah cara-cara orang besar, dan lakukanlah pekerjaan Anda dengan kesungguhan yang besar. Ingatlah, bahwa tidak ada jalan yang membawa kita menuju kebesaran, bila kita tidak membawa diri kitasendiri.
Jadikanlah diri Anda sebagaimana Andainginkan dia menjadi A HERO.....

(mario teguh super talk)

MENJADIKAN KECINTAAN ANDA SEBAGAI SUMBER KEKAYAAN

Semua orang yang kita kagumi keberhasilan finansialnya, adalah pribadi-pribadi yang berhasil menjadikan kecintaan mereka sebagai sumber kekayaan.
Memang ada orang yang berhasil mengumpulkan harta melalui kecintaan-kecintaan yang merugikan orang lain, tetapi ukuran kepemilikan seperti itu tidak mungkin kita kagumi, karena kualitasnya yang rendah.
Tetapi, mereka yang berhasil mencapai kekayaan-kekayaan yang terhormat selalu mencapainya dengan cara-cara yang menguntungkan orang banyak; itulah yang menjadikan kekayaan mereka bernilai, dan kesungguhan pribadi mereka – kita kagumi.

Maka marilah kita menjernihkan pikiran dan hati – untuk mengenali apakah ada kecintaan di dalam diri ini, dan apakah kecintaan kita adalah kecintaan yang memperkuat, membesarkan, dan meninggikan kita; dan bukan yang melemahkan, mengecilkan, atau merendahkan kita.

Kecintaan adalah kekuatan penghebat yang dikirimkan dari langit untuk menjadi pengisi hati Anda.
Hati Anda adalah penumbuh dari segala kekuatan, dan tempat pemberangkatan dari semua perjalanan ke masa depan yang sejahtera, berbahagia, dan memuliakan.

Pada pribadi yang tidak berhati-hati, hatinya adalah penumbuh dari kekuatan yang mengkerdilkan, dan pembatal bagi semua perjalanan menuju kebaikan - tetapi penyegera bagi perjalanan menuju yang buruk.

Karena tidak ada niat Tuhan kecuali memuliakan Anda, maka Beliau mengirimkan kecintaan ke dalam hati Anda, sebagai kekuatan penghebat bagi Anda dan kehidupan Anda.

Perhatikanlah, bagaimana orang-orang yang tadinya biasa dan perlakukan biasa oleh orang lain – menjadi pribadi-pribadi yang berhasil dengan cemerlang, melalui kecintaan yang mereka wujudkan dalam pelayanan yang menguntungkan orang banyak

Kecintaan adalah kekuatan yang melebih-lebihkan.
Kecintaan memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan, karena bila kecintaan Anda tidak mendorong dan menarik Anda untuk berlaku berlebihan – perasaan Anda itu tidak bisa disebut kecintaan.

Maka pastikanlah bahwa kecintaan Anda adalah kecintaan kepada yang baik, untuk melakukan yang baik, dan untuk tujuan yang baik. Karena kecintaan kepada dan dengan kualitas selain yang baik – akan membuat Anda melakukan semua hal yang bertentangan dengan kepentingan Anda untuk berhasil.

Kendalikanlah kecintaan Anda. Berhati-hatilah, karena kecintaan Anda membuat Anda melebihkan apa pun; yang bila tidak Anda kendalikan dengan bijak, ia akan menguasai Anda.

Kecintaan adalah bayangan surga dengan aroma bebungaan taman langit, yang menjadi pelangi penghantar ke surga bagi dia yang setia kepada kecintaannya.

Kecintaan adalah perajut impian yang sebetulnya. Kecintaan Anda akan menciptakan bayangan-bayangan di kesadaran dan tidur Anda mengenai bentuk-bentuk indahnya di masa depan.

Bila Anda setia kepada kecintaan Anda – ia akan menunjukkan jalan-jalan untuk sampai ke keindahan masa depan Anda, ia akan juga menjadi jalan Anda, dan ia akan memastikan bahwa perjalanan Anda indah.


Kekuatan hati Anda adalah tenaga bagi kecintaan Anda.
Kecintaan yang tergeletak di hati yang lemah, akan lenyap menguap hanya dengan mendekatnya bayangan masalah, seperti kabut pagi yang lari menghindari senyum matahari.

Tetapi, kecintaan yang terpelihara di hati yang kuat, akan justru menyala terang melawan masalah, seperti api unggun yang tersiram minyak.

Maka bila hati Anda telah terisi dengan sebuah kecintaan, pastikanlah bahwa hati Anda menyediakan seluruh kekuatannya untuk menjadikan kecintaan Anda sebuah tenaga yang memperkuat Anda, yang membesarkan Anda, dan yang meninggikan Anda.

Pastikanlah bahwa kecintaan Anda harus memuliakan Anda, karena bila ia bertentangan dengan hak Anda untuk mencapai keberhasilan, maka perasaan itu bukanlah kecintaan - tetapi ketertarikan yang menjebak Anda ke dalam kesulitan dan kelemahan.

Segera setelah ini, bekerjalah dalam kesungguhan-kesungguhan baru untuk menjadikan kecintaan Anda sebagai sumber dari kekayaan Anda.
Sumber: Marioteguh.blogspot.com

The Real Face Of Confidence.

Ribuan orang jatuh miskin setiap tahun karena upayanya untuk menghindari kelihatan miskin. Jangan ijinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat anda merasa yakin, selain kesungguhan anda untuk mencapai titik ledak keberhasilan pribadi.
Kalau anda merasa nyaman dan yakin dengan diri anda sendiri, itu karena anda sedang menunggu titik dimana nanti anda akan’meledak’.
Titik ledak itu berada didepan setiap orang yang bekerja keras, yang akan menjadi awal dari ledakan-ledakan keberhasilan selanjutnya, yang disebabkan oleh konstribusi anda bagi kebaikan orang banyak.
Kalau kita melihat sekeliling dengan teliti, akan kita temui disemua sudut jalan, upaya-upaya orang untuk meyakinkan bahwa kita harus merasa kurang yakin dengan apa yang telah kita miliki sekarang.
Mereka seolah-olah memberitahu kita untuk merasa kurang yakin, karena yang kita kenakan atau yang kita miliki belum sesuai dengan standar yang mereka tetapkan.
Bagi Bill Gates, perhiasan mahal tidak akan berguna untuk mengesankan kekayaannya dikalangan orang-orang yang mengenalnya, karena mereka sangat mengetahui kemampuan Bill Gates mencetak uang.
Sebaiknya, bagi orang-orang yang tidak mengenalnya, perhiasan yang mahal pun tidak akan ada gunanya. Karena mereka memang tidak mengenalnya.
Seperti juga, orang yang membawa sebuah buku tebal yang tidak pernah dibacanya, dan menggunakannya sebagai alat untuk mengesankan kepandaian dimuka umum; membutuhkan kulit muka setebal bukunya itu.
Karena kualitas hidup ini bergantung sekali kepada ketepatan pilihan-pilihan kita,marilah kita memilih wajah yang tepat untuk mewakili keyakinan pribadi kita.

1. Target-target Anda Jelas
Dia yang tahu kemana dia sedang menuju, dan tahu tahapan yang telah dan harus dilaluinya; tidak bisa dibuat ragu oleh orang yang mengecilkan nilai dirinya.
Bila anda yang mengatakan bahwa dia akan sulit berhasil, dia tersenyum dalam hati dan mengatakan: “Lihat saja nanti….”
Bila ada orang lain yang membaca tangannya, dan mengatakan bahwa dia tidak mungkin bisa menjadi orang kaya, karena ada celah-celah diantara jari-jarinya yang dirapatkan; dia berkata dalam hati: “Ooh, tidak usah khawatir. Celah-celah jari itu akan hilang, kalau nanti saya lebih gemuk…”


2. Alasan-alasan Anda adalah untuk kebaikan orang banyak.
Memang kita tidak bisa bekerja untuk diri kita sendiri, untuk kesejahteraan diri sendiri; tetapi itu baru aktivitasnya saja.
Bila kita menginginkan aktivitas itu menghasilkan kesejahteraan yang kita cita-citakan, kita tidak bisa lepas dari keharusan untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang.
Sangat sulit dibayangkan bahwa seseorang dapat menjadi kaya dengan jujur, tanpa dia sendiri memperkaya orang lain.
Marilah kita ingat, bahwa orang yang meninggikan orang lain, akan ditinggikan.


3. Anda memiliki sebuah rencana yang matang
Memang tidak ada satu orang-pun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dilakukannya besok, tetapi kelihatannya Dia Yang Menentukan hal itu, memberikan kemudiahan kepada mereka yang merencanakan jenis dan urutan dari upayanya.
Memang agak menyederhanakan kesimpulan; tetapi bukankah orang yang tidak menyusun rencana untuk berhasil, seperti orang yang merencanakan kegagalan.


4. Anda mempunyai kemampuan untuk melakukannya dengan lebih baik
Apapun pilihan karir atau bisnis yang akan kita tekuni, pilihlah seorang terbaik atau sebuah bisnis terkemuka dalam bidang pilihan kita, untuk dijadikan patokan dalam upaya kita membangun kualitas kemampuan pribadi dan perusahaan.
Dengan tetap menjaga pikiran dan hati untuk tidak mendekati kesombongan; upayakanlah untuk menjadi pribadi yang lebih tahu, lebih terampil, dan lebih luwes dalam pendekatan pribadi, dari pada pribadi patokan tadi.
Atau, jadikanlah bisnis yang kita bangun ini; menjadi bisnis yang lebih baik melayani kebutuhan pelanggan, dari pada perusahaan patokan tadi.
Setelah itu, bukankah selanjutnya hanya masalah waktu?


5. Biaya-biaya Anda rendah
Satu-satunya komponen yang pasti dalam bisnis adalah biaya. Sedangkan pendapatan adalah sesuatu yang bergantung kepada banyak hal, dan sering masih belum tentu.
Itu sebabnya kita harus mengelola biaya kita dengan baik. “Baik” disini bukan berarti sesedikit mungkin atau bahkan sama sekali. Baik disini adalah besaran biaya yang memaksimalkan kemampuan pribadi dan bisnis kita untuk mencapai kualitas yang membuat pelanggan membeli, membeli lagi, membeli lebih banyak, dan membeli lebih sering.
Bukan asal murah. Karena orang yang maunya hanya murah, akan menjadikan dirinya dan bisnisnya murahan.


6. Anda memiliki kepribadian yang mudah mendapatkan bantuan
Tidak ada orang besar, yang dulunya bukan orang kecil yang banyak menerima bantuan.
Jadi, pastikan diri kita ini menjadi pribadi-pribadi yang mudah dibantu. Dan pastikan bahwa kita tidak mempersulit mereka yang ingin membantu kita.
Mungkin karena mencurigai niat baik orang baik, atau terlalu bangga dengan kemampuan diri sendiri, atau karena memang malas; tidak sedikit orang yang mempersulit orang lain yang ingin membantunya.
Pastikan, bahwa kita jauh dari perilaku yang merugikan diri sendiri seperti itu.


7. Hasil kerja Anda membawa Anda menuju titik ledak
Orang yang berjalan membawa dinamit di depan badannya, dengan sumbu menghadap ke depan; suatu ketika akan bertemu dengan sesuatu yang akan membuatnya meledak.
Api….
Apapun yang sekarang sedang anda lakukan adalah sebuah dinamit, yang bila bertemu dengan api itu, akan meledak, akan membuat anda berjaya.
Yang perlu anda pastikan adalah bahwa anda memilih satu jenis kemampuan yang penting bagi orang lain; dan itu adalah bahan peledaknya.
Pastikanlah bahwa anda bekerja keras membangun kualitas kemampuan pribadi setinggi mungkin, yang akan menjadikan ukuran dinamit anda besar. Karena bila anda meledak nanti, bukankah sebuah bonus yang baik, bila yang meledak adalah dinamit yang berukuran besar?
Lalu pastikanlah bahwa anda bergaul luas, sehingga anda dikenal luas,dengan reputasi yang baik; dan itulah sumbu dinamitnya.
Lalu tabahkanlah diri anda dalam menghadapi masalah dan kesulitan, karena itu adalah perjalanannya.
Lalu, pastikanlah bahwa anda bersikap baik dalam perjalanan itu, dan itu adalah hal yang menjaga agar sumbu dinamit itu tetap menghadap kedepan.
Itulah alasan mengapa anda harus mempunyai tujuan perjalanan yang jelas, mempunyai alasan yang kuat mengenai mengapa perjalanan itu penting dan mengapa harus diselesaikan dengan baik, alasan mengapa anda harus menjaga semangat untuk bekerja keras, dan membangun hubungan baik dengan sebanyak mungkin orang, dan kemudian hadir dan berinteraksi dengan orang lain dengan pendekatan pribadi yang layak bagi seorang yang cemerlang dan santun seperti Anda.
Dengan itu semua, semoga keyakinan yang baik akan datang memenuhi hati ini, dan mewarnai wajah kita dengan kebaikan yang memudahkan.
Itulah wajah asli sebuah keyakinan diri.Mario Teguh, Personal Excellence Series.